Ringkasan Berita
Pada suatu hari, Nus Kei tiba di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, sekitar pukul 11.25 WIT. Ia baru saja tiba dari Jakarta. Saat itu, Nus Kei mengalami penikaman oleh orang tak dikenal (OTK) di area pintu keluar bandara. Pelaku kemudian melarikan diri setelah menyerang korban.
Setelah kejadian, Nus Kei dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tusukan yang dialaminya. Polres Maluku Tenggara segera melakukan penyelidikan dan dalam waktu dua jam, dua tersangka berinisial HR (28) dan FU (36) berhasil ditangkap dan menjalani pemeriksaan intensif. Motif penikaman masih dalam pendalaman oleh penyidik.
Profil Agrapinus Rumatora (Nus Kei)
Agrapinus Rumatora alias Nus Kei adalah Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara. Ia juga pernah menjadi Bakal Bupati Maluku Tenggara periode 2024–2029. Nus Kei memiliki putri yang juga aktif sebagai politisi Partai Golkar, yaitu Desly Claudya Rumatora. Gelar akademiknya adalah Drs., singkatan dari Doktorandus, gelar akademik lama di Indonesia yang diberikan kepada laki-laki yang lulus pendidikan sarjana (S1), terutama di bidang ilmu sosial, ekonomi, atau humaniora.
Rekam Jejak: Pernah Berseteru dengan John Kei
Nus Kei pernah berseteru dengan kelompok John Kei. Salah satu peristiwa yang terjadi adalah serangan terhadap rumahnya di Cluster Australia Green Lake City, Cipondoh, Tangerang, yang dilakukan oleh segerombolan orang dari kelompok John Kei. Kapolda Metro Jaya kala itu, Irjen Nana Sudjana, menyebut aksi tersebut sebagai bentuk premanisme brutal.

Dalam proses penyelidikan, Nana mengungkapkan bahwa aparat telah menangkap 30 orang yang terlibat dalam dua peristiwa tersebut, termasuk John Kei, dari markas mereka di Perumahan Tytyan Indah, Bekasi, pada Minggu malam. Aksi kekerasan tersebut telah direncanakan sebelumnya dan mengakibatkan korban jiwa di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
Hubungan dengan John Kei
Nus Kei adalah paman dari John Kei, tokoh preman di Jakarta asal Maluku Tenggara. Ia beragama Kristen. Sebelum tewas terbunuh ditikam, Nus Kei sempat nyaris dibunuh oleh keponakannya sendiri, John Kei, beberapa tahun lalu. Rumahnya di Cluster Australia Green Lake City, Cipondoh, Tangerang, diserang oleh segerombolan orang dari kelompok John Kei. Akibat penyerangan tersebut, satu orang tewas setelah dibacok.

Polisi kemudian meringkus 30 orang pelaku penyerangan dan mereka ditetapkan sebagai tersangka. John Kei juga menjadi tersangka setelah polisi mengantongi bukti bahwa ada perintah dari John Kei untuk membunuh Nus Kei.
Nama Nus Kei di Kasus Blowfish
Nama Agrapinus Rumatora atau Nus Kei ini sudah beberapa kali terdengar dalam beberapa kasus yang melibatkan kelompok John Kei. Salah satunya adalah kasus Blowfish di mana kelompok John Kei menjadi korban. Dalam kasus blowfish, dua anggota kelompok John Kei, M.Soleh dan Yoppie, tewas.

Dalam sebuah artikel berjudul ‘DARI BLOWFISH KE AMPERA’, nama Agrapinus Rumatora alias Nus Kei diceritakan menjadi bagian dari kelompok John Kei dalam peristiwa blowfish pada tahun 2010. Dalam tulisan itu, Nus Kei diceritakan menjadi korban pemukulan di dalam sebuah tempat hiburan bernama blowfish.
Kronologi Kejadian
Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, tewas ditikam saat berada di Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, pada Minggu (19/4/2026). Peristiwa berawal ketika Nus Kei tiba di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu siang sekira pukul 11.10 WIT dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku. Ketika sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh orang tidak kenal (OTK).
Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora. Melihat kejadian tersebut, kakak korban, Antonius Rumatora, sempat memeluk dan membanting yang diduga pelaku namun pelaku melawan dan berhasil melarikan diri. Setelah itu, Nus Kei sempat lari ke dalam bandara tetapi terjatuh dan sempat memperoleh pertolongan dari petugas di lokasi. Nus Kei lantas dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis. Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
Derita 4 Luka Tusuk
Korban menderita empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang. Nus Kei sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Karel Sadsuitubun sebelum dinyatakan meninggal dunia. Detik-detik penikaman terhadap Nus Kei berawal ketika korban tiba di Bandara Karel Sadsuitubun dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku sekira pukul 10.45 WIT. Setelah itu, tiba-tiba korban didatangi oleh seorang pria dengan ciri-ciri memakai jaket merah serta masker dan langsung melakukan penikaman.
2 Pelaku Ditangkap
Pasca kejadian, polisi berhasil menangkap pelaku penikaman terhadap Nus Kei. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, mengatakan pelaku ditangkap tak lama setelah peristiwa tersebut terjadi. Adapun total pelaku berjumlah dua orang berinisial HR (28) dan FU (36). Namun, terkait motif, Rositah mengatakan bahwa hal tersebut masih didalami oleh penyidik. Pimpinan Polda Maluku sudah memerintahkan agar kasus tersebut ditangani secara profesional transparan, dan tuntas.





