Sosok Perwira Muda yang Menginspirasi di Jajaran Kepolisian
Ipda Ariel Mogens Ginting adalah sosok perwira muda yang memiliki perjalanan karier yang menonjol di jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra). Nama pria kelahiran Batam, 7 November 2001 ini menjadi perbincangan karena keberaniannya dalam membongkar berbagai kasus besar di Kota Kendari, wilayah tempatnya bertugas.
Rekam Jejak yang Menjanjikan
Ipda Ariel lulus sebagai Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2023 dari Polda Kepulauan Riau (Kepri) dengan predikat sangat memuaskan, yaitu ranking 1. Selain itu, pada tahun yang sama, ia juga diterima di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur SBMPTN. Meski disibukkan dengan tugas kepolisian yang padat, ia tetap memprioritaskan pendidikan dan saat ini sedang menyelesaikan penyusunan tesis S2 di Universitas Airlangga (Unair) untuk meraih gelar Magister Sains.
Karier di Bumi Anoa
Karier kedinasan Ipda Ariel di Bumi Anoa dimulai saat ditempatkan sebagai Pama Polda Sultra pada 26 Juli 2023. Tak butuh waktu lama, pada 10 Agustus 2023, ia langsung digeser ke Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Sultra untuk mengemban amanah sebagai Paops Subden II Dengegana. Di lingkungan Korps Baret Biru ini, mentalnya digembleng lewat serangkaian tugas berisiko tinggi.
Ia dipercaya menjadi Komandan Tim (Dantim) Perlawanan Teror (Wanteror). Bahkan pada kontestasi Pemilu 2024 lalu, Ipda Ariel ditugaskan dalam pengamanan VVIP sebagai pengawal pribadi (Walpri) Calon Presiden (Capres), serta tergabung dalam Tim Escape pada pengamanan Ring 1. Pengalaman di Brimob ini membentuk karakternya menjadi personel yang disiplin, tenang di bawah tekanan serta mampu mengambil tindakan tegas dan terukur.
Deretan Kasus yang Ditangani
Penyegaran organisasi kemudian membawa lulusan Akpol 2023 ini berpindah tugas ke Polresta Kendari pada 1 Juli 2024. Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Ps Kanit 1 Satresnarkoba Polresta Kendari sekaligus memimpin Tim Narko 10. Selama kurang lebih enam bulan menakhodai Tim Narko 10, Ipda Ariel bersama anggotanya menunjukkan konsistensi yang tinggi dalam memberantas peredaran gelap barang haram di Ibu Kota Provinsi Sultra.
Tercatat, tim ini mampu melakukan pengungkapan perkara dengan sekurang-kurangnya mengungkap 10 kasus peredaran narkotika setiap bulannya di wilayah hukum Polresta Kendari. Fase ini melatih ketelitiannya dalam membaca jaringan, mengelola informasi intelijen, dan merespons cepat keresahan masyarakat.
Keberhasilan di unit narkoba mengantarkan Ipda Ariel pada promosi jabatan sebagai Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Kendari. Berbagai kasus pelanggaran hukum yang menjadi atensi publik berhasil ditanganinya, antara lain:
- Skandal travel umrah, yang menyangkut kerugian dana jemaah dan dugaan penelantaran keberangkatan.
- Kejahatan digital love scamming, kasus penipuan berkedok cinta yang dikendalikan dari jaringan lembaga pemasyarakatan (lapas).
- Penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi, penindakan terhadap penyelewengan distribusi barang bersubsidi agar tepat sasaran, termasuk penanganan dugaan BBM oplosan.
- Peredaran obat hingga praktik Aborsi, kasus ini mencengangkan publik, pasalnya dalam peredarannya melibatkan tenaga kesehatan.
- Kasus lainnya seperti judi online, usaha ilegal, pertambangan tanpa izin, hingga tindak pidana lingkungan hidup.
Kiprahnya di Unit Tipidter juga menyentuh aspek problem solving sosial di Kota Kendari dengan terlibat aktif dalam membantu penyelesaian masalah banjir melalui koordinasi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.
Kiprah di Bidang Investasi dan Usaha
Di bidang investasi dan aktivitas usaha di Kendari, dirinya berani menghadapi aksi premanisme yang mengatasnamakan organisasi masyarakat (ormas), seperti kasus pemalangan di kawasan perumahan hingga mengganggu aktivitas pengangkutan komoditas.
Setelah mengukir berbagai catatan impresif di jajaran Polresta Kendari, perwira muda yang gemar menimba ilmu ini kembali mendapatkan promosi dan penyegaran tugas. Berdasarkan surat keputusan terbaru tertanggal 29 April 2026, Ipda Ariel Mogen Ginting resmi menerima amanah baru sebagai Panit Unit I Siturjawali Subditgasum Ditsamapta Polda Sultra.
Meskipun perpindahan ini merupakan bagian dari mutasi rutin organisasi Polri, rekam jejak yang ditinggalkannya di fungsi reserse kriminal menjadi catatan emas tersendiri.




