Peluang Investasi di Tahun 2026: Teknologi AI dan Sektor Kesehatan
Tahun 2026 menawarkan berbagai peluang investasi yang menjanjikan, terutama di sektor teknologi dan kesehatan. Dua bidang ini dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar, baik secara global maupun di tingkat lokal.
Teknologi AI: Sebuah Revolusi yang Tak Terhindarkan
Salah satu sektor yang paling menarik untuk investasi adalah teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Djoko Sulistyo, Head of Investment and Insurance Product, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, menyatakan bahwa AI menjadi salah satu fokus utama dalam investasi saat ini.
“Yang pasti saya yakin teman-teman saat ini sudah sering mendengar yang namanya AI. Jadi kalau teman-teman mau investasi, apalagi khususnya di saham, investasi di saham-saham yang berbasis teknologi AI itu sangat menarik,” ujarnya.
Menurut Djoko, AI kini tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga menjadi komponen inti dalam pengembangan berbagai produk dan layanan. Perusahaan-perusahaan teknologi global, mulai dari raksasa seperti Google hingga produsen chip seperti Nvidia, sedang bersaing ketat dalam mengadopsi dan mengembangkan AI. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi ini memiliki karakteristik yang berbeda dibanding gelombang teknologi sebelumnya, yang sempat mengalami koreksi besar pada awal 2000-an.
Sektor Kesehatan: Permintaan yang Stabil dan Berkelanjutan
Selain teknologi AI, sektor kesehatan juga dinilai memiliki prospek jangka panjang yang kuat. Djoko menjelaskan bahwa kebutuhan terhadap layanan kesehatan dan produk medis bersifat stabil dan terus meningkat. Contohnya, selama pandemi Covid-19, masyarakat global sangat memperhatikan pengembangan obat dan vaksin.
“Kita ambil contoh ketika Covid pertama kali merebak, apa yang diharapkan oleh orang-orang? ‘Aduh obatnya cepetan keluar,’ ya kan? ‘Vaksinnya cepetan keluar,’ nggak peduli obatnya nanti itu sebenarnya bener-bener aman apa nggak, pokoknya begitu keluar supaya aman saja dulu,” ujarnya.
Permintaan yang tinggi terhadap produk kesehatan membuat industri ini memiliki permintaan yang relatif stabil, baik dari sisi produksi maupun konsumsi. Selain obat-obatan, peluang investasi di sektor kesehatan juga mencakup peralatan dan teknologi medis, termasuk mesin-mesin kedokteran seperti CT scan.
“Ini termasuk juga mesin-mesin kedokteran. Jadi nggak hanya obat-obatan, termasuk mesin kedokteran kayak CT scan dan sebagainya. Kalau dulu ada yang 16 slice dan sebagainya, lama-lama semakin banyak sehingga semakin canggih. Itu salah satu hal yang teman-teman juga boleh untuk investasi,” tambahnya.
Negara-negara Asia: Pusat Pertumbuhan Baru
Dari perspektif geografis, negara-negara Asia, termasuk Indonesia, dinilai memiliki prospek investasi yang cerah di tahun 2026. Djoko menyebut bahwa Asia masih menjadi wilayah dominan dalam pertumbuhan global.
“Negara-negara di Asia itu termasuk negara yang di tahun 2026 ini harusnya bisa menimba peralihan dari negara-negara yang sudah berkembang maju sekali,” katanya.
Indonesia, sebagai salah satu negara berkembang, menarik perhatian investor karena potensi pertumbuhan ekonominya yang cukup pesat. Selain itu, instrumen obligasi Indonesia juga dinilai menarik, bahkan menjadi fokus utama dalam investasi.
“Indonesia termasuk salah satunya negara berkembang, bahkan obligasi Indonesia termasuk salah satu obligasi yang menurut kami masih sangat menarik. Itu menjadi salah satu fokus daripada investasi,” jelas Djoko.
Prospek Investasi di Tahun 2026
Secara keseluruhan, Djoko menyatakan bahwa prospek investasi pada tahun 2026 cenderung lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk di dalam negeri. Target pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini dinilai lumayan baik jika dibandingkan dengan negara-negara lain.
“Jadi secara singkat ingin disampaikan bahwa tahun 2026 ini relatively lebih positif dan bahkan di Indonesia sendiri target pertumbuhan ekonominya kan juga lumayan ya dibanding negara-negara lain,” ujarnya.





