UMKM Center Wonopringgo: Pusat Kuliner Tradisional yang Kembali Berdenyut
Di tengah upaya menghidupkan kembali geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pekalongan, UMKM Center Wonopringgo kini menjadi pusat kuliner tradisional yang mulai ramai dikunjungi masyarakat. Dengan konsep baru yang lebih tertata, tempat ini telah menjadi ruang bagi para pelaku usaha kecil untuk berkembang.
Aroma rempah yang menguar dari kuah hangat menyambut setiap pengunjung yang datang ke UMKM Center Wonopringgo. Di tempat yang sempat terbengkalai, kini denyut kehidupan kembali terasa. Para pedagang dengan balutan kebaya dan blangkon berdiri di balik lapak sederhana, menyuguhkan cita rasa khas yang tak lekang oleh waktu.
Salah satu pedagang yang ikut serta dalam inisiatif ini adalah Ida. Dengan senyum ramah, ia menyapa pembeli yang datang silih berganti. Di tangannya, seporsi nasi gule siram disajikan hangat dengan harga yang bersahabat hanya sepuluh ribu rupiah. Bagi banyak orang, bukan sekadar murah, tetapi juga menghadirkan rasa autentik khas Pekalongan yang sulit ditemukan di tempat lain.
“Alhamdulillah, pembeli antusias. Banyak yang bilang harganya terjangkau,” tutur Ida kepada Infomalangraya.net, Minggu (5/4/2026). Baginya, berdagang di UMKM Center Wonopringgo bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali roda ekonomi kecil yang sempat terhenti.
UMKM Center Wonopringgo kini menjadi ruang baru bagi para pelaku usaha kecil untuk tumbuh. Di bawah binaan dinas terkait, para pedagang yang sebelumnya berjualan secara berpindah kini memiliki tempat yang lebih tertata.
“Alhamdulillah setiap Jumat dan Minggu, kawasan ini menjadi lebih hidup dan ramai,” imbuhnya. Gule siram sendiri bukan sekadar makanan. Ia adalah bagian dari identitas kuliner Pekalongan, perpaduan kuah gurih, daging empuk, dan racikan bumbu yang kaya. Di tangan para pelaku UMKM seperti Ida, kuliner ini terus dijaga eksistensinya, sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat luas.
Pengunjung Terkesan dengan Rasa dan Harga yang Ramah
Salah satu pengunjung, Selly, mengaku terkesan saat pertama kali mengunjungi pusat kuliner tersebut bersama keluarganya. Ia menilai, selain rasanya yang lezat, harga makanan di lokasi itu juga sangat ramah di kantong.
“Baru pertama kali jajan dan makan di UMKM Center Wonopringgo. Ternyata enak-enak dan murah sekali,” ujar Selly bersama keluarga mencicipi beragam menu khas Pekalongan. Mulai dari nasi kuning, pindang tetel, kluban, hingga botok. Tak ketinggalan, jajanan tradisional seperti apem serta semangkuk mi So turut melengkapi santapan mereka.
“Pilihan menu yang beragam membuat pengunjung leluasa menikmati berbagai cita rasa dalam satu tempat. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri, terutama bagi keluarga yang ingin menikmati kuliner bersama tanpa harus berpindah lokasi,” imbuhnya.
Awal Mula Berdirinya UMKM Center Wonopringgo
Sementara itu, Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Pekalongan, Roufah Ainani Setianingrum, mengungkapkan bahwa keberadaan pusat kuliner tersebut berawal dari inisiatif para pedagang yang sebelumnya pernah berjualan di kawasan hutan kota. Mereka ingin menghidupkan kembali aktivitas kuliner yang sempat dirintis, namun dengan konsep yang berbeda dan lebih terorganisir.
“Berawal dari ide beberapa teman yang dulu pernah berjualan di hutan kota, kemudian muncul gagasan untuk menghidupkan kembali kuliner tersebut dengan konsep baru,” jelas Roufah.
Pemilihan lokasi di UMKM Center Wonopringgo pun bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah melihat potensi besar dari aktivitas masyarakat yang rutin berolahraga di sekitar sirkuit, terutama pada hari Jumat dan Minggu. Momentum tersebut dinilai strategis untuk menarik pengunjung sekaligus mendukung pemasaran produk UMKM.
Sejak resmi dibuka pada 23 November 2025, UMKM Center Wonopringgo kini telah menampung sedikitnya 28 pedagang binaan yang menyajikan beragam kuliner khas Pekalongan.
“Menu yang ditawarkan pun tidak lepas dari sentuhan tradisional dan cita rasa legendaris yang telah dikenal masyarakat luas,” imbuhnya.
Keberadaan UMKM Center Wonopringgo yang Menjadi Daya Tarik
Keberadaan pusat kuliner ini tidak hanya menjadi ruang usaha bagi para pelaku UMKM, tetapi juga menjadi daya tarik baru bagi warga. Selain menikmati makanan, pengunjung juga dapat merasakan suasana khas melalui konsep yang diusung, termasuk penampilan pedagang yang mengenakan busana tradisional sebagai identitas budaya lokal.
“Dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat, UMKM Center Wonopringgo diharapkan mampu menjadi salah satu ikon kuliner di Kabupaten Pekalongan.” Lebih dari itu, keberadaannya menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha mampu menghidupkan kembali potensi ekonomi lokal yang sempat terhenti.





