Kondisi Layanan Bank Jambi Masih Terbatas Pasca-Peretasan
Setelah lebih dari sebulan terjadi peretasan yang melumpuhkan sistem layanan Bank Jambi, kondisi operasional bank tersebut masih belum pulih sepenuhnya. Nasabah menghadapi berbagai keterbatasan akses yang memengaruhi aktivitas ekonomi mereka. Layanan mobile banking masih dalam keadaan lumpuh total dan belum bisa diakses sama sekali. Sementara itu, fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) hanya bisa digunakan pada jendela waktu tertentu.
Bank Jambi juga memberlakukan kebijakan pengetatan keamanan di mana nasabah diharuskan mengganti kartu dan PIN ATM secara fisik di kantor cabang untuk bisa kembali bertransaksi. Hal ini menyebabkan nasabah harus antre di teller atau ATM, sehingga mengganggu efisiensi transaksi mereka.
Penyidikan Masih Berlangsung
Pihak kepolisian Polda Jambi hingga saat ini belum menetapkan satu pun tersangka dalam kasus dugaan peretasan yang berujung pada hilangnya dana sejumlah nasabah. Penyidikan yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi kini tengah memasuki tahap krusial.
Polisi telah memanggil puluhan orang untuk diperiksa secara intensif. Pihak yang dipanggil itu mulai dari jajaran direksi, staf internal bank, hingga pihak ketiga yang memiliki akses teknologi dengan Bank Jambi. “Masih dalam proses penyelidikan, kita sedang menunggu hasil audit forensik,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia.
Hasil audit forensik digital ini nantinya akan menjadi kunci utama untuk mengungkap bagaimana peretas bisa menembus dinding pertahanan bank plat merah tersebut.
Nasabah Mengeluh Akibat Keterbatasan Akses
Riski, salah satu nasabah Bank Jambi, mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Meski tidak mengalami kehilangan saldo, ia merasa aktivitas transaksi menjadi terganggu. “Kalau ada pembayaran ke Bank Jambi, kami harus ke teller. Itu makan waktu,” ujarnya pada Jumat (3/4/2026).
Ia mengaku harus meluangkan waktu lebih untuk mengantre di bank karena tidak bisa lagi bertransaksi melalui aplikasi. Meski layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sudah kembali berfungsi, keterbatasan waktu operasional juga menjadi kendala bagi nasabah.
“ATM juga ada waktunya, di atas jam empat sore sudah tidak bisa,” sebutnya. Keluhan serupa disampaikan Titik, yang berharap layanan Bank Jambi segera normal agar tidak perlu menghabiskan waktu untuk antre.
“Ke teller antre, ATM antre. Semua kami antre,” kata dia.
Distribusi Kartu ATM Mulai Lancar
Sementara itu, Direktur Operasional Bank Jambi, Zulfikar, sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya telah mempercepat distribusi kartu ATM kepada nasabah. Ia menjelaskan, kebutuhan kartu ATM sempat meningkat tajam menjelang bulan puasa.
Namun, pengiriman dari vendor dilakukan secara bertahap karena keterbatasan stok. “Sekarang yang sudah datang itu hampir 60 ribu. Memang kita kirimnya bertahap, tidak sekaligus. Tapi stok kita sudah cukup banyak dan terus berjalan pengirimannya,” katanya, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, distribusi kartu ATM sempat terkendala karena vendor penyedia berada di Surabaya, sehingga tidak dapat memenuhi lonjakan permintaan secara cepat selama Ramadan. Namun, pasca-Lebaran, pasokan kartu ATM mulai kembali lancar dan kondisi kini dinilai semakin stabil.
“Setelah Lebaran ini sudah kirim ke kita. Aman sudah. Jadi kalau masyarakat mau PIN ATM di mana pun, sudah siap,” tuturnya.
Situasi Terkini dan Harapan Masyarakat
Masyarakat dan nasabah kini hanya bisa berharap agar pemulihan sistem dapat segera diselesaikan secara total tanpa adanya kerugian dana yang lebih besar lagi. Meskipun layanan ATM sudah kembali beroperasi, namun keterbatasan waktu penggunaan tetap menjadi masalah.
Seiring dengan perkembangan penyidikan, pihak kepolisian masih menunggu hasil audit forensik siber sebagai langkah penting dalam mengungkap pelaku peretasan. Sampai saat ini, belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini.





