Fenomena Hoaks Teror Pocong di Jawa Timur
Beberapa waktu terakhir, jagat maya di berbagai wilayah Jawa Timur dihebohkan oleh isu teror kemunculan hantu pocong yang menyebar luas melalui media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan grup WhatsApp. Namun, informasi tersebut dipastikan sebagai hoaks yang tidak benar.
Di Jember, video penampakan pocong yang sempat viral juga diketahui merupakan hasil editan teknologi kecerdasan buatan (AI). Video ini awalnya hanya dibuat untuk konsumsi pribadi dalam bentuk story WhatsApp, namun akhirnya menyebar luas dan memicu keresahan masyarakat.
Penelusuran Polres Jember
Polres Jember segera melakukan penelusuran setelah mendapatkan informasi mengenai adanya teror pocong di wilayah Kelurahan/Kecamatan Patrang. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah mengonfirmasi orang-orang yang diduga mengetahui asal-usul informasi tersebut.
Hasil klarifikasi menunjukkan bahwa video penampakan pocong tersebut dipastikan tidak benar. Awal mula pembuatan video itu berasal dari seorang pemuda berinisial ALF bersama teman-temannya. Mereka mengambil foto di sebuah rumah milik LNL di Jalan Merpati, Kelurahan Patrang, lalu mengedit sosok menyerupai pocong menggunakan teknologi AI.
“Awalnya hanya dibuat untuk story WhatsApp, namun kemudian menyebar luas ke berbagai media sosial hingga menimbulkan keresahan masyarakat,” ujar AKP Agus Yudi Kurniawan, Kasat Binmas Polres Jember.
Untuk meredam kepanikan, Satbinmas Polres Jember bersama perangkat Kelurahan Patrang langsung turun ke lokasi yang dicatut dalam video viral tersebut. Kegiatan ini melibatkan Lurah Patrang Hariyono, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua RW, hingga Ketua RT setempat guna memastikan kebenaran informasi yang beredar di lingkungan warga.
Hoaks Serupa di Bondowoso
Fenomena hoaks serupa juga terjadi di wilayah tetangga, yaitu Bondowoso. Polres Bondowoso menegaskan bahwa sebaran foto yang mengklaim adanya penampakan pocong di halaman depan rumah warga di Dusun Poler, Desa Sumbertengah, Kecamatan Binakal, adalah hoaks.
Menurut Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, hasil penelusuran dari Polsek Binakal menunjukkan bahwa foto tersebut murni merupakan hasil editan dari seorang pria berinisial MS.
Bobby menjelaskan, berdasarkan penuturan MS kepada petugas, pria tersebut awalnya hanya sedang belajar mengedit foto dan menyimpan hasilnya di handphone pribadi. Namun keesokan harinya, istri MS tanpa bertanya langsung mengirim foto hasil editan itu kepada kakaknya tanpa sepengetahuan sang suami.
“Oleh kakaknya dijadikan status dan sudah tersebar di media sosial,” jelas Bobby.
Atas kejadian tersebut, ia meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, utamanya dalam menyebarkan suatu informasi. Warga juga diingatkan agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang belum diketahui kebenaran pastinya.
Redam Keresahan di Tulungagung
Kabar burung mengenai teror mistis ini juga sempat bergeser ke wilayah Tulungagung. Guna menyikapi hal tersebut, Polsek Rejotangan melakukan sosialisasi secara masif terkait kabar teror pocong di Desa/Kecamatan Rejotangan yang dipastikan hoaks dan sekadar konten editan.
Dalam foto yang beredar luas di media sosial, terlihat sosok putih menyerupai pocong berdiri tegak di depan sebuah rumah warga. Keterangan gambar yang menyertainya menyebutkan lokasi penampakan berada di dekat SDN 3 Rejotangan ke arah barat.
Merespons kegaduhan itu, Kapolsek Rejotangan, AKP Kasianto, mengaku mendatangi langsung rumah yang disebut dalam unggahan viral tersebut pada Minggu (24/5/2026) pukul 20.30 WIB. “Kami temui pemilik rumah, perangkat desa dan lingkungan sekitar. Mereka juga sudah tahu isu ini,” jelas Kasianto.
Kasianto menegaskan, foto yang beredar luas itu murni hasil editan. Kendati demikian, pihak Polsek Rejotangan tidak sampai melacak lebih jauh siapa sumber pertama pengunggah foto tersebut. Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memastikan masyarakat tahu bahwa kabar teror pocong itu tidak benar.
“Kami langsung merespons apa yang beredar di media sosial karena berpotensi membuat resah. Yang penting masyarakat sudah tahu,” tegasnya.




