Pelatihan Bahasa Mandarin di Sulawesi Tengah: Langkah Strategis untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia
Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si secara resmi membuka pelatihan Bahasa Mandarin yang diselenggarakan di Pusat Pelatihan dan Pendidikan Yayasan Cahaya Ilmu Kreatif pada hari Senin (5/1). Acara ini menjadi langkah penting dalam menjalankan program Berani Cerdas serta bentuk kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dengan yayasan tersebut.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah daerah yang ingin meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menghadapi tantangan global. Gubernur Anwar Hafid menyampaikan bahwa inisiatif ini sebenarnya sudah lama menjadi harapan beliau sejak menjabat sebagai Bupati Morowali. Saat itu, ia melihat adanya ketimpangan dalam penggunaan tenaga kerja di kawasan industri IMIP, yang justru lebih banyak diisi oleh pekerja dari luar daerah daripada tenaga lokal asal Sulawesi Tengah.
Dari pengamatan tersebut, Gubernur melihat adanya peluang besar bagi putra-putri daerah untuk berprofesi sebagai penerjemah Bahasa Mandarin. Ia berharap peserta pelatihan akan mengikuti dengan serius karena kebutuhan akan tenaga penerjemah sangat tinggi, terutama di wilayah industri Morowali.
“Harapan saya adalah agar pelatihan ini diikuti dengan penuh keseriusan karena kita memerlukan banyak tenaga penerjemah,” ujar Gubernur sembari menegaskan bahwa peluang kerja di sektor ini sangat menjanjikan.
Selain itu, Gubernur juga memberikan instruksi kepada pihak yayasan agar merancang kurikulum Bahasa Mandarin yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Tujuannya adalah agar para lulusan tidak hanya fasih dalam berkomunikasi secara lisan, tetapi juga siap beradaptasi dengan dinamika lingkungan kerja yang ada.
“Apabila para peserta sudah menyelesaikan pelatihan dan terbukti fasih berbahasa Mandarin, saya pribadi akan membantu menyalurkan mereka untuk bekerja,” imbuh Gubernur.
Ia juga memberikan jaminan bahwa alumni pelatihan ini akan dibantu oleh pemerintah daerah untuk ditempatkan di perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asal Tiongkok di wilayah Morowali.
Peserta dan Pendamping
Acara pelatihan ini turut dihadiri oleh beberapa tokoh penting, seperti Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr. Farid R. Lembah, M.Si, Kadis Pendidikan H. Firmanza DP, S.H., M.Si, Kadis Perindag Richard A. Djanggola, S.E., M.S.A, Plt Kadis Nakertrans Dony Budjang, serta Anggota DPRD Sulteng Hidayat Pakamundi.
Tujuan Jangka Panjang
Pelatihan Bahasa Mandarin ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, tetapi juga untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal agar dapat bersaing di pasar global. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Sulawesi Tengah bisa lebih mandiri dan memiliki peluang karier yang lebih luas, terutama di sektor industri yang berkembang pesat.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan SDM yang unggul dan mampu menghadapi tantangan ekonomi global. Dengan pendekatan yang tepat dan kolaborasi yang kuat, diharapkan pelatihan ini bisa menjadi awal dari transformasi positif di wilayah Sulawesi Tengah.
