Profil dan Jejak Karier Haerul Saleh
Haerul Saleh adalah seorang politisi muda asal Kolaka, Sulawesi Tenggara, yang menjabat sebagai Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI periode 2022–2027. Ia meninggal dunia tragis pada 8 Mei 2026 akibat kebakaran di rumahnya di Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada usia 44 tahun. Kejadian tersebut mengakhiri kariernya yang masih gemilang, membuat banyak pihak terkejut dan sedih.
Sebagai anggota BPK, Haerul Saleh dikenal memiliki rekam jejak karier yang sangat mentereng. Ia resmi menjadi anggota BPK pada Maret 2022 setelah dipilih oleh Anggota DPR Komisi XI. Sebelum bergabung dengan BPK, Haerul Saleh aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, hukum, dan bisnis. Ia juga merupakan bagian dari Partai Gerindra, yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Di partai tersebut, ia pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Keuangan DPP Partai Gerindra dan Ketua Bidang Monitoring dan Evaluasi DPP Partai Gerindra.
Selain itu, Haerul Saleh juga aktif dalam berbagai organisasi seperti KNPI, Kadin, PPM, GAPKESINDO, HIPMI, serta sebagai Dewan Penasihat Peradi Kolaka. Ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal dan Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat Pemuda Tani Indonesia serta Anggota Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah.
Pendidikan dan Karier Bisnis
Haerul Saleh menyelesaikan studi S1 Hukum di Universitas Satria Makassar pada 2008. Ia juga melanjutkan pendidikan S2 Manajemen di Universitas Moestopo. Gelar-gelar akademik yang dimilikinya antara lain S.H., CRA., CRP., CIABV., CSFA., CertDA., CFrA.
Di dunia bisnis, Haerul Saleh memiliki karier yang cemerlang. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Kolaka Inti Karya, Direktur Utama Masalle Group, Direktur CV Bunga Coklat, Direktur Utama PT Laburino, dan Komisaris Utama PT Kolaka Inti Perkasa.
Ia juga aktif dalam dunia politik dengan menjadi anggota Komisi XI DPR RI periode 2014 hingga 2019. Setelah itu, ia kembali menjabat sebagai Anggota Komisi XI DPR RI untuk periode 2019-2022 sebelum akhirnya menjadi anggota VI BPK RI hingga akhir hayatnya.
Harta Kekayaan yang Fantastis
Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Haerul Saleh tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 83,6 miliar. Sumber terbanyak kekayaannya berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp 79 miliar. Disusul dengan sembilan mobil yang bernilai total Rp 2.204.240.000. Selain itu, ada harta bergerak lainnya sebesar Rp 1.509.105.000 serta kas dan setara kas sebesar Rp 520.279.761. Tidak ada utang yang tercatat, sehingga total harta kekayaan yang dimiliki Haerul Saleh mencapai Rp 83.636.724.761.
Kronologi Kebakaran
Peristiwa kebakaran terjadi pada Kamis (7/5/2026) di kediaman Haerul Saleh di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Saat kejadian, almarhum sedang berada di rumah untuk mengawasi proses renovasi bangunan. Api tiba-tiba muncul dan cepat membesar, sehingga situasi sulit dikendalikan. Asisten rumah tangga korban menyebutkan bahwa kobaran api menyebar begitu cepat hingga penghuni rumah kesulitan menyelamatkan diri maupun barang-barang.
Dalam waktu singkat, suasana rumah berubah menjadi penuh kepanikan akibat kobaran api dan asap tebal. Saat peristiwa terjadi, almarhum juga diketahui sedang memantau sejumlah pekerja yang melakukan renovasi di kediamannya tersebut. Musibah kebakaran itu disebut berlangsung sangat cepat, sehingga penghuni rumah kesulitan menyelamatkan diri maupun barang-barang di sekitar lokasi.
Ucapan Duka
Ucapan duka telah tertera di laman komentar di akun Instagram Haerul Saleh @haerul_aco. Beberapa warganet menyampaikan rasa belasungkawa mereka, seperti “Innalillahi wainnailaihi rojiun, InsyaAllah Husnul-khatimah pak, kaget dengar kabarnya, bapak orang baik.” Ungkapan duka juga diunggah oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI dengan tulisan, “Semoga dedikasi, kontribusinya dicatat sebagai amal ibadah dan mendapatkan terbaik di sisi-Nya.”





