
Produksi Honda City Hatchback RS di Indonesia resmi berhenti sejak Maret 2025, sesuai dengan data yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Hal ini menandai akhir dari era produksi model tersebut di pasar otomotif nasional.
Menanggapi keputusan tersebut, Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), menjelaskan bahwa perusahaan terus menyesuaikan produksi dan distribusi dengan dinamika pasar. Menurutnya, penyesuaian ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara optimal.
“Kami selalu memantau perkembangan pasar dan menyesuaikan produksi sesuai dengan permintaan masyarakat,” ujar Billy dalam wawancaranya beberapa waktu lalu.

Meski produksi telah berhenti, Billy memastikan bahwa penjualan Honda City Hatchback RS masih berjalan. Ia menyebutkan bahwa unit-unit model tersebut masih tersedia di berbagai diler Honda. Penjualan ini juga tidak mengalami gangguan signifikan meskipun aktivitas produksi telah berhenti.
Data menunjukkan bahwa produksi Honda City Hatchback RS berhenti pada Maret 2025. Dalam periode Januari hingga Maret, total produksi mencapai 420 unit. Setelah itu, tidak ada lagi laporan produksi yang diterima hingga November 2025.
Sementara itu, dalam hal distribusi dari pabrik ke diler (wholesales), Honda hanya mendistribusikan 453 unit City Hatchback RS dari Januari hingga Juli 2025. Angka ini mencerminkan pengurangan yang signifikan dibandingkan masa sebelumnya.

Berikut rincian distribusi dan produksi Honda City Hatchback RS pada tahun 2025:
- Wholesales Januari-Juli 2025:
- Honda City Hatchback RS MT: 1 unit
-
New Honda City Hatchback RS (facelift): 453 unit
-
Produksi Januari-Maret 2025:
- Honda City Hatchback RS: 420 unit
Billy menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi pasar dan melakukan evaluasi terhadap langkah-langkah yang diambil. Tujuannya adalah agar dapat tetap memberikan layanan terbaik kepada konsumen, meskipun produksi model tertentu sudah berhenti.
Dengan berakhirnya produksi Honda City Hatchback RS, konsumen yang tertarik dengan model ini harus lebih memperhatikan ketersediaan unit di diler. Meski demikian, penjualan masih berlangsung hingga saat ini, sehingga masyarakat masih memiliki kesempatan untuk membeli kendaraan tersebut.
Perubahan ini juga menjadi indikasi bahwa industri otomotif terus beradaptasi dengan tren pasar yang semakin dinamis. Perusahaan seperti Honda harus terus meningkatkan inovasi dan memperluas pilihan kendaraan agar tetap kompetitif di tengah persaingan yang ketat.





