Penjelasan Kepala Bakom RI Mengenai Kunjungan Presiden ke Luar Negeri
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari memberikan respons terhadap kritik yang disampaikan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. Dalam pernyataannya, Qodari menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan Dino mengenai frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa setiap perjalanan yang dilakukan Presiden selalu didasarkan pada prinsip manfaat bagi bangsa dan negara.
Tujuan Kunjungan ke Prancis
Salah satu kunjungan yang dilakukan Presiden adalah ke Prancis, yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama strategis antara kedua negara di berbagai sektor. Menurut Qodari, kunjungan tersebut sudah direncanakan sejak lama dan mencakup berbagai aspek kerjasama, mulai dari alutsista hingga logam langka.
Qodari menjelaskan bahwa dalam setiap kunjungan ke luar negeri, Presiden selalu mempertimbangkan faktor-faktor penting seperti manfaat bagi Indonesia. “Manfaat itu dalam pengertian untung bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Kritik dari Dino Patti Djalal
Dino Patti Djalal, yang juga merupakan Founder and Chairman of Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), menyampaikan lima saran kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurut Dino, Presiden Prabowo merupakan salah satu presiden yang paling sering melakukan kunjungan luar negeri. Ia menyoroti bahwa Presiden sering menghabiskan satu dari enam hari di luar negeri, yang menimbulkan persepsi bahwa hal ini tidak lazim.
Dino juga memprediksi bahwa dalam 18 bulan ke depan, Presiden akan terus melakukan kunjungan internasional dengan frekuensi yang tinggi. Ia menyoroti biaya besar yang dikeluarkan untuk setiap kunjungan, termasuk rombongan pendahulu, pesawat, hotel, logistik, konsumsi, protokoler, pengamanan, dan uang harian.
Saran-saran dari Dino Patti Djalal
-
Mengoptimalkan Komunikasi Virtual
Dino menyarankan Presiden lebih mengandalkan video call atau zoom call untuk berkomunikasi dengan pemimpin dunia lainnya. Ia mencontohkan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum yang telah 17 kali menelpon Presiden AS Donald Trump tanpa perlu melakukan pertemuan bilateral. Selain itu, Sheinbaum juga terbang naik pesawat komersial kelas ekonomi untuk memberikan contoh penghematan. -
Memaksimalkan Forum Internasional
Dino menyarankan Presiden memanfaatkan kunjungan ke forum internasional seperti PBB, ASEAN, atau G20 untuk bertemu kepala negara lain. Ia mencontohkan permintaan Presiden Finlandia Alexander Stubb untuk bertemu Presiden Prabowo saat menghadiri sidang PBB, tetapi tidak pernah direspon. -
Perencanaan Profesional dan Transparan
Dino menilai beberapa kunjungan dilakukan secara spontan tanpa perencanaan yang jelas. Ia menyarankan agar rencana kunjungan presiden diumumkan satu bulan sebelumnya atau minimal seminggu sebelum hari H. -
Lebih Banyak Menerima Tamu Negara
Dino menyarankan Presiden lebih banyak menerima tamu negara di tanah air ketimbang melakukan perjalanan ke luar negeri. Ia mencontohkan Presiden China Xi Jinping yang lebih banyak menerima tamu di Beijing daripada melakukan perjalanan ke luar negeri. -
Mengalihkan Misi Diplomatik ke Menlu
Dino mengusulkan agar sebagian besar misi diplomatik taktis dialihkan ke Menteri Luar Negeri Sugiono. Ia menilai biaya perjalanan Menlu lebih hemat dan hasilnya kurang lebih sama.
Tanggung Jawab Moral dan Kepekaan Publik
Dino menyampaikan saran tersebut sebagai bentuk suara rakyat yang murni dari nurani mereka. Ia menegaskan bahwa rakyat Indonesia mengharapkan pemimpin mereka bisa menunjukkan kepekaan dan kepatutan dalam melakukan perjalanan ke luar negeri.





