Persiapan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Tahun 2026
Setelah menjalani rangkaian ibadah haji yang penuh makna, jemaah haji Indonesia mulai mempersiapkan diri untuk kembali ke Tanah Air. Rangkaian ibadah yang telah dilakukan meliputi ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), serta tawaf ifadah yang menjadi salah satu rukun utama dalam ibadah haji. Proses pemulangan ini akan dimulai pada gelombang pertama pada 1 Juni 2026 melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah.
Alur Pemulangan Jemaah di Bandara
Untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah melakukan persiapan matang. Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menyampaikan bahwa seluruh unsur pelayanan telah bergerak sejak jauh hari guna memastikan proses pemulangan ratusan ribu jemaah Indonesia ke Tanah Air dengan aman, tertib, dan tepat waktu.
“Kita sudah persiapan cukup matang. Koordinasi internal sudah kita lakukan. Koordinasi eksternal dengan maskapai penerbangan, otoritas bandara, dan pihak yang menangani bagasi juga sudah dilakukan. Menjelang kedatangan jemaah di bandara nanti akan ada koordinasi terakhir untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana,” ujar Abdul Basir.
Fase pemulangan merupakan operasi besar yang melibatkan banyak pihak dan membutuhkan kedisiplinan tinggi dari seluruh jemaah. Setiap kloter harus melewati serangkaian tahapan mulai dari keberangkatan dari hotel, perjalanan menuju bandara, pemeriksaan keamanan, proses imigrasi, hingga naik ke pesawat.
Aturan Barang Bawaan Jemaah
Abdul Basir menjelaskan bahwa setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa tiga jenis barang, yakni koper besar dengan berat maksimal 32 kilogram, koper kabin maksimal 7 kilogram, dan tas paspor. Ia mengingatkan agar jemaah tidak membawa barang-barang yang dilarang masuk ke pesawat, terutama air Zamzam yang sering menjadi temuan saat pemeriksaan keamanan.
“Jemaah sudah mendapatkan hak air Zamzam sebanyak lima liter yang akan diterima di Tanah Air. Karena itu kami meminta agar tidak membawa air Zamzam ke dalam koper besar maupun koper kabin,” ujarnya.
Selain air Zamzam, benda tajam seperti pisau dan gunting juga tidak diperbolehkan masuk ke area penerbangan. Barang-barang tersebut akan diminta untuk ditinggalkan sebelum jemaah masuk ke pemeriksaan keamanan.
PPIH juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah pengguna kursi roda. Seluruh kursi roda diminta sudah dikemas atau di-wrapping sejak berada di Makkah agar dapat diangkut bersama bagasi pesawat.
“Kami meminta kursi roda sudah dikemas sebelum sampai di bandara. Kalau belum, ada risiko kursi roda tertinggal karena maskapai tidak menerima kursi roda yang belum dikemas sesuai prosedur,” jelasnya.
Persiapan Pemulangan Jemaah Haji
Menurut Basir, sesuai regulasi penerbangan, jemaah sudah dapat memasuki area bandara enam jam sebelum jadwal keberangkatan. Sementara proses pemeriksaan imigrasi dan keamanan dimulai sekitar empat jam sebelum pesawat lepas landas. Waktu tersebut diperlukan mengingat setiap kloter terdiri dari ratusan jemaah yang harus menjalani pemeriksaan dokumen dan barang secara bergantian.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan fase pemulangan tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas, tetapi juga kedisiplinan jemaah dalam mematuhi aturan yang telah ditetapkan.
“Kami berharap seluruh jemaah tertib dan mengikuti ketentuan yang ada. Ini demi kenyamanan bersama dan agar proses pemulangan berjalan lancar tanpa kendala yang dapat menyebabkan keterlambatan penerbangan,” katanya.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, PPIH Arab Saudi optimistis fase pemulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026 dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman hingga seluruh jemaah kembali berkumpul bersama keluarga di Tanah Air.
Jemaah Haji Melaksanakan Tawaf Ifadah
Jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, memadati Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf ifadah, Minggu (31/5/2026) pagi. Tawaf ifadah merupakan salah satu rukun utama dalam ibadah haji yang wajib dilaksanakan oleh seluruh jemaah setelah melakukan lempar jumrah.
Rukun ini tidak boleh ditinggalkan karena menjadi syarat sahnya ibadah haji. Sehingga jika ditinggalkan, maka hajinya tidak sah. Dari pantauan Infomalangraya.net di lokasi, area mataf dipenuhi ribuan jemaah yang datang silih berganti.
Meski demikian, suasana khusyuk tetap terasa saat para jemaah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Doa-doa dipanjatkan, isak tangis pun lebih sering terdengar. Tampak sejumlah jemaah berusaha mendekat ke arah Ka’bah demi menyentuh bangunan suci tersebut.
Suhu udara yang pada pagi itu sudah mencapai 37 derajat tak menyurutkan langkah kaki para jemaah. Menariknya, mayoritas jemaah haji laki-laki tidak mengenakan pakaian ihram. Mereka menggunakan pakaian biasa yang menutup aurat. Begitu juga dengan jemaah haji Indonesia yang terlihat mengenakan baju koko, seragam batik, dan bersarung.

Setelah menuntaskan tawaf ifadah, jemaah melanjutkan salat sunah tawaf, sai antara Bukit Safa dan Marwah, serta yang terakhir, tahalul. Dengan adanya prosesi ini, maka selesai pulalah seluruh rangkaian ibadah haji. Jemaah haji kini akan memasuki masa persiapan kepulangan ke Tanah Air bagi yang tergabung dalam gelombang pertama. Sementara jemaah haji gelombang kedua, akan bersiap menuju Madinah.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochammad Irfan Yusuf, telah memerintahkan seluruh petugas untuk memastikan, setiap jemaah yang belum melaksanakan tawaf ifadah dapat menyelesaikannya sebelum kembali ke Tanah Air. Petugas akan terus mendampingi, memantau, dan memberikan arahan kepada jemaah.
“khususnya jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu, agar seluruh proses ibadah lanjutan dapat dilaksanakan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan syariah,” kata ria yang akrab disapa Gus Irfan ini, kepada tim Media Center Haji (MCH) di Kantor Daker Makkah, Sabtu (30/5/2026).




