
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah resmi mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD/MI sederajat dan SMP/MTs sederajat tahun 2026 pada hari Selasa, 26 Mei 2026, pukul 13.00 WIB. Hasil ini menjadi salah satu indikator penting dalam mengevaluasi kualitas pendidikan di berbagai tingkatan.
Toni Toharudin, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, menjelaskan bahwa TKA bukanlah alat kompetisi antar siswa, melainkan sebuah instrumen evaluasi yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Ia menyampaikan bahwa jumlah peserta yang mendaftar mencapai lebih dari 8,7 juta murid, dengan pelaksanaan TKA dilakukan dalam waktu satu bulan. Angka partisipasi nasional mencapai 98,51 persen, dan tidak ada satu pun provinsi yang partisipasinya di bawah 95 persen.
Pelaksanaan TKA
Tes ini dilaksanakan dalam dua tahap. Untuk jenjang SMP/MTs sederajat, TKA berlangsung pada 6 hingga 16 April 2026, sedangkan untuk jenjang SD/MI sederajat dilaksanakan pada 20 hingga 30 April 2026. Setiap siswa mengikuti tes selama dua hari. Hari pertama mencakup Matematika dan numerasi disertai survei karakter, sedangkan hari kedua melibatkan Bahasa Indonesia dan literasi membaca disertai survei lingkungan belajar.
Jadwal Susulan
Rahmawati, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, menjelaskan bahwa sebanyak 463.533 murid diberikan kesempatan untuk mengikuti jadwal susulan yang berlangsung pada 11–19 Mei 2026. Alasan penundaan ini beragam, seperti sakit, mengikuti perlombaan, pemadaman listrik, atau gangguan internet.
Ia menegaskan bahwa mekanisme jadwal susulan tidak lebih longgar dibandingkan jadwal utama. “Tidak ada perbedaan mekanisme antara jadwal utama dengan jadwal susulan. Mekanismenya sama tetap ada pengawasan silang dan semuanya dilakukan secara tatap muka di lokasi yang sudah ditentukan oleh Dinas Pendidikan maupun oleh kantor wilayah,” ujarnya.
Hasil TKA SD-SMP 2026
Untuk jenjang SD/MI sederajat, nilai rerata Bahasa Indonesia tercatat 60,14 dengan 4.509 siswa meraih nilai sempurna 100. Matematika lebih rendah, rata-ratanya 43,41 dengan peraih nilai 100 sebanyak 814 siswa.
Sementara itu, untuk jenjang SMP/MTs sederajat, nilai rata-rata Bahasa Indonesia sebesar 60,83 dengan 4.051 siswa meraih nilai 100. Matematika rata-ratanya 40,34 yakni lebih rendah dibanding SD dengan hanya 271 siswa yang mendapat nilai sempurna. Rahmawati menyoroti capaian Matematika SMP sebagai perhatian khusus.
Dari sisi sebaran kategori, hanya 9,67 persen murid SMP/MTs sederajat meraih kategori “Baik” dalam Matematika. Mayoritas 67,06 persen berada di kategori “Memadai” dan 23,24 persen masuk kategori “Kurang.” Untuk Bahasa Indonesia, lebih dari 22 persen murid di kedua jenjang sudah masuk kategori “Baik.”
Tujuan TKA
Rahmawati menjelaskan bahwa setiap kategori dilengkapi deskripsi kemampuan agar murid dan orang tua bisa mengambil langkah perbaikan yang tepat. “Kalau saya di Bahasa Indonesia anak saya dapat nilai memadai dan saya ingin anak saya meningkat supaya menjadi baik, saya tahu yang dia belum bisa. Tidak mampu menjelaskan makna ungkapan, tidak mampu menilai relevansi peristiwa di teks dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menegaskan, hal itu adalah tujuan utama TKA. “Hasil TKA tidak berhenti kepada nilai dan capaian tetapi berujung kepada perbaikan dan refleksi strategi pembelajaran,” kata Rahmawati.
Akses Hasil TKA
Adapun hasil TKA dapat diakses di laman tka.kemdikdasmen.go.id/hasil-tka. Setelah sekolah melakukan verifikasi biodata peserta, Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) dapat dicetak per individu murid, dilengkapi QR code yang bisa diverifikasi di laman shtka.kemdikdasmen.go.id.
Untuk PPDB jalur prestasi, nilai TKA sudah tersambung otomatis melalui sistem host-to-host ke platform PPDB di masing-masing daerah sehingga murid tidak perlu mengunggah nilai secara manual.






