Materi Sistem Ekskresi Manusia dan Soal-soal Ujian
Materi Sistem Ekskresi Manusia merupakan salah satu topik penting dalam pelajaran Biologi kelas 11 SMA. Topik ini membahas fungsi berbagai organ ekskresi seperti ginjal, paru-paru, kulit, dan hati dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh serta membuang zat sisa metabolisme. Pemahaman yang baik tentang sistem ekskresi menjadi indikator utama penentu nilai rapor pada mata pelajaran Biologi.
Siswa diuji melalui soal-soal berbasis uji laboratorium klinis untuk menganalisis gangguan seperti albuminuria, diabetes melitus, diabetes insipidus, nefritis, dan batu ginjal. Soal-soal penalaran (HOTS) yang disajikan bertujuan menguji daya analisis logis peserta didik.
Berikut disajikan 15 latihan soal pilihan ganda (A-E) versi terbaru edisi 2026 lengkap dengan kunci jawabannya:
Soal Nomor 1
Seorang pasien melakukan uji laboratorium klinis terhadap sampel urine miliknya karena sering merasa nyeri saat buang air kecil. Hasil uji laboratorium menunjukkan data sebagai berikut:
– Uji Benedict: Larutan tetap berwarna biru jernih setelah dipanaskan.
– Uji Biuret: Larutan berubah warna menjadi ungu tua.
– Uji AgNO3: Terbentuk endapan putih tipis.
Pertanyaan: Berdasarkan data hasil uji laboratorium di atas, organ ekskresi bagian manakah yang mengalami kerusakan patologis dan apa nama gangguan yang dialami pasien tersebut?
Jawaban: B. Glomerulus, mengalami albuminuria
Soal Nomor 2
Pertanyaan: Mengapa perubahan warna menjadi ungu pada uji Biuret di atas dapat terjadi secara logis dalam sistem filtrasi ginjal?
Jawaban: B. Karena selaput filtrasi glomerulus rusak sehingga molekul protein yang berukuran besar lolos ke dalam urine.
Soal Nomor 3
Seseorang yang tersesat di padang pasir selama 12 jam tanpa cairan minum yang cukup akan mengalami perubahan fisiologis pada tubuhnya. Saat diperiksa, volume urine yang dikeluarkannya sangat sedikit (pekat) dan berwarna kuning tua. Kondisi ini terjadi karena otak merespons dehidrasi dengan memerintahkan kelenjar hipofisis untuk melepaskan suatu hormon ke dalam darah.
Pertanyaan: Mekanisme umpan balik hormon yang terjadi untuk mempertahankan homeostasis cairan tubuh pada orang yang mengalami dehidrasi tersebut adalah ….
Jawaban: B. Peningkatan sekresi hormon ADH untuk meningkatkan permeabilitas air di tubulus kolektivus.
Soal Nomor 4
Perhatikan beberapa zat sisa berikut:
– Karbondioksida (CO2)
– Feses
– Air hangat (H2O) melalui pernapasan
– Asam urat
– Air empedu yang disalurkan ke usus halus
Pertanyaan: Zat sisa hasil proses metabolisme seluler yang pengeluarannya murni dikategorikan ke dalam sistem ekskresi manusia ditunjukkan oleh nomor ….
Jawaban: B. 1, 3, dan 4
Soal Nomor 5
Sel darah merah (eritrosit) yang telah tua dan rusak (berumur sekitar 120 hari) akan dirombak di dalam hati. Proses perombakan hemoglobin dari eritrosit tua ini menghasilkan beberapa zat, di antaranya zat besi, globin, dan hemin. Hemin kemudian diubah menjadi zat warna empedu yang berfungsi memberi warna pada feses dan urine.
Pertanyaan: Nama zat warna hasil sekresi hati yang memberikan warna kekuningan pada urine dan feses secara berturut-turut adalah ….
Jawaban: B. Urobilin dan sterkobilin
Soal Nomor 6
Seorang atlet lari maraton berlari di bawah terik matahari siang hari. Selama berlari, tubuhnya mengeluarkan keringat yang sangat banyak melalui kulit untuk menurunkan suhu tubuh. Namun, atlet tersebut menyadari bahwa frekuensi buang air kecilnya menurun drastis dibandingkan saat ia berada di ruangan ber-AC.
Pertanyaan: Hubungan fungsional yang tepat antara aktivitas kulit dan ginjal dalam menjaga kestabilan cairan tubuh berdasarkan ilustrasi di atas adalah ….
Jawaban: B. Saat pengeluaran air lewat keringat tinggi, ginjal akan meningkatkan reabsorpsi air agar tubuh tidak dehidrasi.
Soal Nomor 7
Ketika kita bernapas di depan sebuah kaca atau cermin, permukaan cermin tersebut akan menjadi buram dan basah oleh titik-titik cairan. Hal ini membuktikan bahwa paru-paru bukan hanya organ pernapasan, melainkan juga organ ekskresi.
Pertanyaan: Paru-paru dikategorikan sebagai organ ekskresi karena berfungsi membuang zat sisa hasil respirasi sel berupa ….
Jawaban: B. Uap air (H2O) dan karbon dioksida (CO2)
Soal Nomor 8
Perhatikan tabel proses pembentukan urine di nefron berikut:
– Proses I: Filtrasi terjadi di Glomerulus menghasilkan Urine Primer.
– Proses II: Reabsorpsi terjadi di Tubulus Kontortus Proksimal menghasilkan Urine Sekunder.
– Proses III: Augmentasi terjadi di Tubulus Kontortus Distal menghasilkan Urine Sebenarnya.
Pertanyaan: Jika zat yang diuji di laboratorium mengandung asam amino dan glukosa dalam kadar tinggi pada bagian tubulus kontortus distal, maka bagian proses manakah yang mengalami kegagalan fungsi?
Jawaban: B. Proses II, karena gagal menyerap kembali zat-zat yang masih berguna bagi tubuh.
Soal Nomor 9
Seorang pasien didiagnosis menderita diabetes melitus. Ketika urine pasien tersebut diuji menggunakan larutan Benedict dan dipanaskan, larutan yang awalnya biru berubah warna menjadi merah bata secara pekat.
Pertanyaan: Keberadaan zat apakah yang terindikasi di dalam urine pasien tersebut dan apa penyebab biologisnya?
Jawaban: B. Mengandung glukosa karena kekurangan hormon insulin yang mengatur kadar gula darah.
Soal Nomor 10
Struktur kulit manusia terdiri atas beberapa lapisan, salah satunya adalah dermis (kulit jangat). Di dalam lapisan dermis ini terdapat berbagai struktur penting yang mendukung fungsi ekskresi kulit.
Pertanyaan: Kelenjar yang berperan langsung dalam memproduksi keringat yang mengandung air, garam, dan sedikit urea, serta saluran yang membawanya ke permukaan kulit adalah ….
Jawaban: B. Kelenjar sudorifera (keringat)
Soal Nomor 11
Sirosis hati adalah kondisi penyakit kronis di mana sel-sel hati yang sehat perlahan rusak dan digantikan oleh jaringan parut. Akibatnya, fungsi hati sebagai organ ekskresi dan detoksifikasi menurun drastis.
Pertanyaan: Dampak buruk yang terjadi pada sistem ekskresi tubuh akibat kegagalan hati dalam merombak gugus amina dari asam amino yang beracun menjadi zat yang aman adalah ….
Jawaban: B. Penumpukan zat amonia beracun di dalam tubuh yang dapat merusak sel otak.
Soal Nomor 12
Seseorang mengeluhkan gejala sering buang air kecil dalam jumlah yang sangat masif (bisa mencapai 20 liter per hari) sehingga ia terus-menerus merasa haus yang ekstrem (polidipsia). Dokter menyatakan bahwa urine orang tersebut sangat encer dan tidak mengandung glukosa.
Pertanyaan: Berdasarkan gejala klinis di atas, pasien tersebut mengalami gangguan ekskresi berupa ….
Jawaban: B. Diabetes Insipidus akibat kekurangan hormon ADH
Soal Nomor 13
Di dalam ginjal, setelah urine primer melewati tubulus kontortus proksimal, cairan tersebut akan menuju saluran berbentuk huruf ‘U’ yang masuk jauh ke dalam bagian medula ginjal, sebelum akhirnya kembali naik menuju korteks. Saluran ini berperan penting dalam mengatur kepekatan urine melalui mekanisme lawan arus (countercurrent).
Pertanyaan: Nama bagian saluran berbentuk huruf ‘U’ pada nefron ginjal tersebut adalah ….
Jawaban: C. Lengkung Henle (Ansa Henle)
Soal Nomor 14
Nefritis adalah penyakit kerusakan pada nefron yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus. Infeksi ini menyebabkan kerusakan parah pada glomerulus sehingga mengganggu proses filtrasi darah.
Pertanyaan: Akibat jangka panjang dari penyakit nefritis yang tidak segera diobati adalah terjadinya akumulasi zat sisa urine masuk kembali ke dalam sirkulasi darah yang beracun, kondisi ini dikenal medis sebagai ….
Jawaban: B. Uremia
Soal Nomor 15
Kebiasaan kurang minum air putih dan sering menahan buang air kecil dapat memicu pengendapan garam kalsium fosfat atau kalsium oksalat di dalam rongga ginjal maupun saluran kemih. Endapan ini lama-kelamaan akan mengeras seperti kerikil.
Pertanyaan: Gangguan ekskresi yang ditandai dengan terbentuknya endapan keras garam kalsium di dalam ginjal sehingga menimbulkan rasa nyeri hebat saat berkemih dinamakan ….
Jawaban: B. Batu Ginjal (Kencing Batu/Nefrolitiasis)





