Aksi Mahasiswa di Jakarta Pusat
Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Indonesia (GAMII) akan menggelar aksi unjuk rasa di Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Kamis (25/6). Massa mulai berkumpul sejak pukul 11.00 WIB. Untuk memastikan kelancaran jalannya aksi, aparat kepolisian menyiapkan 815 personel gabungan serta rekayasa lalu lintas situasional.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang ingin melintasi kawasan Medan Merdeka Selatan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan. Rekayasa lalu lintas ini dilakukan agar arus kendaraan tetap lancar selama aksi berlangsung.
Penyandang Dana Aksi Demonstrasi
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan peringatan terkait pihak yang diduga mendanai aksi demonstrasi. Dalam pidatonya pada acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6), Prabowo menyampaikan bahwa dirinya mengetahui identitas pihak yang membiayai demonstrasi tersebut.
“Hati-hati loh, saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo. Gue tahu itu,” ujar Prabowo. Pernyataan ini disampaikan dengan nada santai dan disambut sorakan, tepuk tangan, dan tawa para hadirin.
Prabowo juga menyebut fenomena demonstran yang ikut aksi karena dibayar, namun tidak memahami tujuan dari demonstrasi yang mereka ikuti. Ia menirukan pengakuan demonstran bayaran yang mengatakan, “Kami dibayar Rp 200.000.”
Menurut Prabowo, kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan, namun sebaiknya disampaikan secara proporsional dan pada waktu yang tepat. Ia mengibaratkan dukungan terhadap negara seperti seorang suporter yang mendukung tim sepak bola kesayangannya saat bertanding.
Peran Aparat dalam Pembangunan Nasional
Sebelum menyinggung soal demonstrasi, Prabowo lebih dulu membahas peran aparat keamanan dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Ia menilai Indonesia memiliki keunikan karena unsur tentara dan kepolisian turut terlibat dalam sektor pertanian.
“Hanya di Indonesia polisi mengurus pertanian, dan hanya di Indonesia tentara sering berada di sawah,” ujar Prabowo. Ia juga menyebut keterlibatan berbagai matra TNI dalam program pangan nasional.
“Hanya di Indonesia Angkatan Laut menanam kedelai. Hanya di Indonesia Angkatan Udara tanam tebu,” ujar Prabowo. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi untuk mempercepat kemajuan Indonesia di berbagai sektor.
Tuntutan Mahasiswa Dinilai Wajar
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai tuntutan mahasiswa sebagai bentuk aspirasi rakyat yang wajar. Menurutnya, beberapa program pemerintah yang bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat masih menghadapi tantangan dalam pelaksanaannya.
“MBG ataupun Kopdes yang mungkin secara filosofis itu tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang ada di bawah, tapi kan dalam praktiknya publik juga tidak bisa menutup mata. Ada compang-compang, ada kekurangan dan bahkan jumlah tinggi-tinggi BGN kan berurusan dengan persoalan hukum dan korupsi,” kata Adi Prayitno.
DPR Hormati Kritik Mahasiswa
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menegaskan bahwa pemerintah menghormati aksi mahasiswa sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa dan negara. Ia menyebut kritik yang disampaikan mahasiswa menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
“Saya kira, pertama, kami berterima kasih sekali lagi bahwa adik-adik mahasiswa selalu mengingatkan kami, mengingatkan pemerintah, ya. Ini adalah bagian untuk bagaimana supaya semua program yang baik-baik yang direncanakan oleh pemerintah ini memang bisa terlaksana, terimplementasi dengan baik sampai ke masyarakat dirasakan betul-betul konkret di rakyat kita, gitu,” ujar Doli.
Doli juga memastikan DPR akan memperkuat fungsi pengawasan, termasuk dalam pembahasan anggaran tahun 2027 mendatang. Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan program pemerintah dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
