Berita Terpopuler di Infomalangraya.net
Berikut berita terpopuler yang telah dirangkum dalam viral terpopuler, Kamis (25/6/2026):
Ketua BEM UBK Ngaku Diberi Polisi Rp20 Juta usai Demo
Polda Metro Jaya kini meminta klarifikasi soal identitas oknum polisi yang diduga memberikan uang Rp20 juta kepada Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin.
Polisi ingin memastikan informasi tersebut agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah polemik dugaan dana aksi demonstrasi. Kasus ini mencuat setelah Abdi mengakui menerima uang dalam forum terbuka mahasiswa UBK.
Pihak kampus kemudian menonaktifkan status kemahasiswaannya dan melakukan investigasi terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat. Uang Rp20 juta itu disebut diberikan setelah aksi demonstrasi bertajuk “Tata Ulang Indonesia” dan diterima Abdi dari oknum alumnus FH UBK melalui aparat kepolisian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan informasi itu perlu dipastikan agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran. “Polisi yang dimaksud dinas di mana dan spesifik?” tutur Budi, saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2026).
Pengakuan Abdimaludin viral di media sosial usai ia menyatakan menerima uang Rp20 juta dari seseorang yang disebut berasal dari pihak kepolisian. Menurutnya, uang tersebut diberikan agar mahasiswa tidak menggelar aksi di Istana Kepresidenan.
Namun, Abdi mengaku hanya mengenal pemberi uang dengan nama “Bang Aan” dan tidak mengetahui identitas lengkap maupun kesatuannya. “Pastikan dulu agar tidak simpang siur. Bisa jadi benar polisi atau orang yang mengaku atau mengatasnamakan polisi,” kata Budi.
Diberitakan sebelumnya, UBK menjatuhkan sanksi berupa penonaktifan status kemahasiswaan kepada Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) UBK, Muhammad Abdimaludin. Keputusan tersebut diambil setelah yang bersangkutan mengakui menerima uang sebesar Rp20 juta terkait aksi demonstrasi bertajuk “Tata Ulang Indonesia”.
Wakil Rektor III UBK Daniel Panda mengatakan pengakuan itu disampaikan langsung kepada pihak rektorat. Dana tersebut diketahui diterima oleh jajaran pengurus BEM UBK.
Siswanya Sisa 15, SD Berusia 58 Tahun ini Tak Punya Murid Baru
Meski aktivitas belajar mengajar masih terdengar hidup dari salah satu ruang kelas, SD Kanisius Wonosari di Padukuhan Wonosari, Kalurahan Jurangjero, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tengah menghadapi kondisi yang memprihatinkan.
Sekolah yang telah berdiri sejak 1968 itu tidak menerima satu pun murid baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran ini, sebuah situasi yang menjadi sinyal menurunnya jumlah peserta didik di wilayah tersebut.
SD Kanisius Wonosari sendiri berada di kawasan perbukitan di sisi utara Gunungkidul, dengan aliran sungai yang membentang tidak jauh dari area sekolah. Lokasinya berjarak sekitar 45 menit perjalanan dari pusat Kota Wonosari, dengan akses yang cukup menantang melalui jalan desa yang berkelok di antara perbukitan.
Di beberapa titik, ruas jalan masih terlihat bekas longsor yang terjadi beberapa bulan sebelumnya, menambah kesan terpencil kawasan tersebut. Setibanya di lokasi, pengunjung harus memarkir kendaraan di bagian atas area sekolah, sebelum menuruni sejumlah anak tangga untuk mencapai bangunan utama sekolah.
“Sekolah kami tahun ini belum mendapatkan murid. Tetapi kami terus berusaha,” kata Kepala SD Kanisius Wonosari, Sukardi, saat ditemui di sekolah, Rabu (24/6/2026). “Seharusnya ada satu yang mendaftar, tetapi dipindah ke sekolah lebih dekat,” imbuhnya.
Saat ini, SD Kanisius Wonosari hanya memiliki 15 siswa dari kelas I hingga VI. Pada tahun ajaran ini, sekolah meluluskan dua siswa. Menurut Sukardi, minimnya jumlah murid bukan disebabkan kualitas sekolah, melainkan kondisi demografi di wilayah pegunungan yang terus berubah.
Banyak warga usia produktif memilih merantau dan bekerja di kota-kota besar sehingga jumlah anak usia sekolah dasar di sekitar sekolah semakin berkurang. “Bukan karena mutu sekolah kami ya, sekolah kami yang berada di pegunungan dan usia produktif sudah berkurang, tidak ada anak-anak di sekitar sini,” kata dia.
SD Kanisius Wonosari berdiri pada 1 Januari 1968. Di ruang guru, masih tersimpan papan panjang yang mencatat jumlah siswa sejak sekolah pertama kali dibuka. Dari data tersebut, tercatat sebanyak 54 siswa masuk pada tahun pertama.
Pengakuan Mantan Istri Pernah Disiksa Taufik hingga Akhirnya Cerai
Mantan istri Taufik Hidayat (30), pria yang kini menjadi buronan dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap kekasihnya YTR (29), mengungkap pengalaman pahit yang pernah dialaminya selama menikah dengan pelaku.
Dalam keterangannya kepada penyidik, mantan istri Taufik mengaku pernah mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh suaminya saat itu. Pengakuan tersebut disebut memiliki kemiripan dengan dugaan perlakuan yang dialami YTR.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, membenarkan pihak kepolisian telah memeriksa mantan istri Taufik sebagai bagian dari proses penyidikan. Keterangan yang diberikan kini menjadi salah satu bahan pendalaman kasus yang sedang ditangani polisi.
Kesaksian mantan istri tersebut menambah informasi baru mengenai dugaan perilaku Taufik Hidayat. “Yang kami temui ini adalah mantan istrinya yang lama sudah putus, itu yang sedang kita konfirmasi,” kata Hendra di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (23/6/2026), dikutip dari Kompas.com.
Menurut Hendra, mantan istri Taufik sudah lama berpisah dari pria tersebut. Meski tidak separah yang dialami korban YTR, mantan istrinya itu mengaku bersyukur bisa bebas. “Dia juga diperlakukan yang sama, tapi tidak separah yang ini,” sambung Hendra.
Keterangan itu menunjukkan polisi tidak hanya menelusuri kasus yang dialami YTR, tetapi juga mendalami kemungkinan adanya riwayat kekerasan lain yang pernah dilakukan Taufik. Meski begitu, polisi masih menunggu laporan resmi apabila ada korban lain yang pernah mengalami kekerasan dari Taufik Hidayat.
“Sementara ini identifikasi korban sampai saat ini masih satu. Kalau korban yang lain, kami masih menunggu apakah ada korban yang bersangkutan juga, kita tunggu laporannya,” tandasnya.
