Kondisi Wesley Mulai Membaik Setelah Dioperasi
Kondisi Wesley, seorang siswa SMPN 2 Kota Singkawang yang dianiaya oleh temannya dengan palu, mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Informasi ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang, Dwi Yanti, saat menjenguk Wesley di Rumah Sakit Abdul Aziz pada Kamis 21 Mei 2026 sore.
Setelah melihat langsung kondisi korban, Dwi Yanti menyatakan bahwa Wesley telah menjalani operasi dan secara umum kondisinya membaik. Ia juga mengaku berdialog dengan korban, yang menceritakan kronologis kejadian yang disebabkan oleh perkelahian antar remaja berusia sekitar 12 tahun.
“Secara umum kondisi korban sudah membaik karena telah selesai menjalani operasi. Saya juga sempat berdialog dengan korban. Dari dialog tersebut, korban menceritakan kronologis kejadian yang disebabkan oleh perkelahian antar remaja, yang masih berstatus pelajar SMP berusia sekitar 12 tahun,” jelasnya.
Selain itu, Dwi Yanti menambahkan bahwa korban kini sedang didampingi oleh lembaga bantuan hukum. Meski kondisinya terus membaik, Wesley masih dalam masa perawatan.
“Saat ini korban juga sudah didampingi oleh lembaga bantuan hukum. Secara umum kondisinya terus membaik, meski masih dalam masa perawatan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa penanganan kasus sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian. “Yang jelas, permasalahan ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian, sehingga untuk proses lebih lanjut kita serahkan kepada pihak yang berwajib,” tegasnya.
Kronologi Penganiayaan Wesley
Kasus tragis ini bermula dari perselisihan kecil saat korban dan pelaku bermain game bersama beberapa waktu lalu. Menurut pengakuan ibu korban, Chinusha, pelaku diduga emosi karena merasa kalah dalam permainan setelah tersentuh oleh korban.
“Sejak itu pelaku beberapa kali mengajak anak saya berkelahi,” ujar Chinusha saat ditemui di RS Abdul Azis, Jumat 22 Mei 2026. Namun, Wesley disebut tidak pernah menanggapi ajakan tersebut karena menganggap pelaku adalah temannya sendiri.
Hingga akhirnya korban sempat bertanya alasan dirinya terus diajak berkelahi meski hubungan mereka sebelumnya baik-baik saja. Perselisihan kecil sempat terjadi dan keduanya pernah terlibat perkelahian ringan. Namun situasi kembali memanas beberapa bulan kemudian.
Penganiayaan itu baru terjadi pada Jumat pekan lalu saat Wesley sedang bermain di rumah temannya di kawasan Jalan KS Tubun, Singkawang. Saat itu, pelaku diduga datang lalu langsung memukul kepala korban menggunakan palu.
“Anak saya langsung kejang-kejang setelah dipukul,” kata Chinusha.
Warga dan teman-teman korban kemudian segera memberi tahu keluarga sebelum Wesley dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Wesley Alami Pecah Tengkorak Kepala
Dari hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami pecah tengkorak kepala dan gangguan saraf yang berdampak pada salah satu kakinya hingga sulit digerakkan. Kini Wesley masih menjalani perawatan intensif dan terapi lanjutan. Bahkan keluarga menyebut korban kemungkinan masih harus menjalani operasi pemasangan tempurung kepala.
“Kami hanya berharap dia bisa pulih seperti semula,” ungkap sang ibu dengan mata berkaca-kaca. Chinusha mengaku sedih melihat kondisi putranya yang dikenal pendiam dan tidak pernah mencari masalah.
Akibat insiden tersebut, Wesley juga untuk sementara harus menghentikan aktivitas sekolah karena kondisinya belum memungkinkan untuk belajar seperti biasa. Keluarga korban pun berharap ada tanggung jawab dari pihak pelaku atas biaya pengobatan yang masih panjang. Meski demikian, mereka menegaskan tidak menyimpan dendam.
“Kami tidak dendam. Kami hanya ingin ada tanggung jawab dan anak kami bisa sembuh kembali,” tutup Chinusha.
Pelaku Bukan Siswa SMPN 2 Singkawang
Kepala SMP Negeri 2 Singkawang, Dina Aprilliya, memberikan klarifikasi terkait insiden pemukulan antar remaja yang menimpa salah satu siswanya itu. Dina mengatakan klarifikasi tersebut disampaikan agar informasi yang diterima masyarakat tetap utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Saya selaku kepala sekolah ingin memberikan klarifikasi agar informasi yang diterima masyarakat utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya kepada Infomalangraya.net, Sabtu 23 Mei 2026.
Ia mengaku pihak sekolah sangat prihatin dan menyayangkan insiden pemukulan yang menimpa Wesley. Namun, Dina menegaskan bahwa pelaku bukan berasal dari SMPN 2 Singkawang.
“Pelaku bukan dari sekolah kami,” tegasnya.




