Evaluasi Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis

Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menyatakan keinginan untuk mengevaluasi efektivitas program makan bergizi gratis (MBG) terhadap penerima manfaat yang mengonsumsinya selama satu tahun. Ia menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan dengan membandingkan kondisi fisik, pertumbuhan, dan perkembangan otak sebelum dan sesudah partisipasi dalam program tersebut.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menanggapi pernyataan Zulkifli dengan menyatakan bahwa pengukuran efektivitas MBG terhadap penerimanya adalah hal yang harus dilakukan. Ia menekankan bahwa pengukuran akan dilakukan oleh lembaga independen untuk memastikan objektivitas hasilnya.

Dadan kemudian memberikan contoh dari Jepang, di mana terdapat pengukuran perbedaan tinggi badan antara masyarakat kelahiran 1940-an hingga 2000-an. Menurutnya, peningkatan signifikan dalam tinggi badan itu disebabkan oleh peningkatan kualitas gizi. “Ini bukan hanya potensi genetik, tapi juga kualitas gizi,” ujarnya. Mengenai perkembangan kemampuan otak, Dadan menjelaskan bahwa pengukuran akan dilakukan melalui tes IQ.

Rencana Evaluasi dan Rapat Terbatas

Rencana pengukuran efektivitas MBG disampaikan Zulkifli setelah rapat terbatas mengenai pelaksanaan program tersebut. Rapat digelar di kantor Kementerian Koordinator Pangan dan dipimpin oleh Zulkifli Hasan serta dihadiri oleh Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi.

Dalam rapat yang berlangsung sekitar dua jam, tiga topik utama dibahas. Pertama, revisi surat keputusan bersama menteri terkait daftar lokasi pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang dibiayai pemerintah pusat, untuk menyesuaikan kesiapan pelaksanaan di lapangan. Kedua, jumlah penerima manfaat MBG dan pelaksanaan program tersebut selama Ramadan. Ketiga, strategi penyaluran makanan bergizi gratis.

Pengurangan Lokasi SPPG dan Penyesuaian Menu Selama Ramadan

Pemerintah sepakat untuk memangkas lokasi SPPG yang dibiayai Kementerian Keuangan dari 542 titik menjadi 315 lokasi. Sementara itu, lokasi SPPG yang dinaungi Kementerian Pekerjaan Umum dipangkas menjadi 222 lokasi dari semula 264 titik.

Mengenai pelaksanaan MBG selama Ramadan, Zulkifli Hasan menyatakan bahwa program tetap berjalan dengan penyesuaian menu. Untuk siswa muslim yang berpuasa, diberikan makanan kering. Sementara sekolah-sekolah yang tidak berpuasa akan menerima menu seperti biasa.

Penyaluran MBG pada Ramadan akan disesuaikan berdasarkan jenis penerima manfaat. Untuk sekolah umum dengan siswa muslim, penyaluran dilakukan siang hari dengan makanan kering. Sementara itu, bagi sekolah yang tidak menunaikan puasa, ibu hamil, dan balita, penyaluran tetap seperti biasa.

Adapun penyaluran makan bergizi gratis untuk pesantren dilakukan sore hari menjelang waktu berbuka puasa. “Hanya geser waktu, hanya SMA umum yang muslim itu ganti makanan kering. Lain-lainnya tetap,” kata Zulkifli.

Menu Makanan dan Waktu Penyaluran

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menjelaskan bahwa makanan kering yang diberikan berupa kurma, olahan telur seperti telur rebus, telur asin, atau telur pindang, buah, susu, dan abon. Soal waktu penyaluran, Dadan mengatakan akan diberikan saat murid pulang sekolah. “Untuk menjadi menu pada saat buka puasa,” ujarnya.

Jumlah Penerima Manfaat dan Pengembangan Program

Hingga kini, Badan Gizi Nasional mencatat jumlah penerima manfaat MBG telah mencapai 60 juta orang. Sementara itu, jumlah satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG) telah mencapai 22.091 unit dengan jumlah pegawai mencapai 924.424 orang.

Zulkifli Hasan menyatakan bahwa program ini telah menyerap ribuan tenaga kerja langsung. Misalnya, staf SPPG yang saat ini diproses menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) mencapai 32 ribu orang. Sementara itu, terdapat 21.413 mitra MBG dan 68.551 pengusaha UMKM yang berstatus sebagai pemasok MBG.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version