Program Revitalisasi Sekolah di Tangerang Raya: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman
Pemerintah terus memperkuat upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah peresmian 100 sekolah yang telah direvitalisasi di wilayah Tangerang Raya. Acara ini digelar di SD Islam Ruhama Lab School Cirendeu, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan setiap satuan pendidikan menjadi tempat belajar yang layak dan bermartabat. Di Provinsi Banten, sebanyak 323 sekolah telah mendapatkan bantuan revitalisasi pada tahun 2025 dengan total nilai bantuan sebesar Rp 380 miliar. Khusus di wilayah Tangerang Raya, tercatat 96 sekolah yang menerima bantuan revitalisasi dengan total nilai sebesar Rp 105 miliar.
Anggaran dan Jenis Sekolah yang Direvitalisasi
Di wilayah Tangerang Raya, terdapat berbagai jenis sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi. Berikut rinciannya:
- Kota Tangerang Selatan: 22 sekolah, termasuk 1 PAUD, 8 SD, 2 SMP, 5 SMA, 5 SMK, dan 1 SLB, dengan total anggaran sebesar Rp 24 miliar.
- Kota Tangerang: 16 sekolah, meliputi 2 SD, 1 SMP, 6 SMA, dan 7 SMK, dengan total anggaran sebesar Rp 26,2 miliar.
- Kabupaten Tangerang: 58 sekolah, terdiri atas 2 PAUD, 13 SD, 10 SMP, 19 SMA, 9 SMK, 1 SLB, dan 4 PKBM, dengan total anggaran sebesar Rp 55,6 miliar.
Selain bantuan revitalisasi fisik, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan khusus untuk pendidikan vokasi dan layanan khusus. Total nilai bantuan vokasi PKPLK di Provinsi Banten mencapai Rp 131,73 miliar. Di wilayah Tangerang Raya, bantuan tersebut mencapai Rp 54,75 miliar.
Fasilitas yang Diperbaiki
Revitalisasi tidak hanya fokus pada pembangunan ruang kelas, tetapi juga mencakup perbaikan fasilitas seperti toilet, perpustakaan, laboratorium, dan sarana pendukung lainnya. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan mendukung proses pembelajaran yang menyenangkan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan setiap anak Indonesia memiliki akses ke pendidikan berkualitas. “Sekolah harus menjadi tempat yang memuliakan anak,” ujarnya.
Kegiatan Peresmian dan Peluncuran Inovasi Baru
Rangkaian kegiatan peresmian dimulai dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti oleh 100 sekolah di Tangerang Raya. Ini sebagai upaya menumbuhkan karakter positif peserta didik. Selain itu, Kemendikdasmen juga meluncurkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Peraturan ini bertujuan membangun lingkungan sekolah yang aman secara fisik, sosial, spiritual, dan digital.
Tidak hanya itu, Kemendikdasmen juga meluncurkan lagu anak dari album Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (KICAU) 2025 serta menutup kegiatan dengan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia.
Pengalaman Sekolah yang Mendapatkan Revitalisasi
Salah satu sekolah yang mendapatkan revitalisasi adalah SD Islam Ruhama. Di sekolah ini, revitalisasi dilakukan melalui pembangunan toilet beserta sarana sanitasi. Sementara itu, di SMK Islam Ruhama, revitalisasi meliputi pembangunan ruang teori atau kelas, ruang praktik siswa Bisnis Digital, ruang OSIS, ruang perpustakaan, ruang UKS, ruang administrasi, kamar mandi atau WC bersama, serta laboratorium komputer.
Kepala Sekolah Dasar (SD) Islam Ruhama Cirendeu, Sindi Rosmilda, mengungkapkan apresiasinya atas terpilihnya sekolahnya sebagai penerima program revitalisasi. Ia menjelaskan bahwa proses revitalisasi telah berlangsung sejak Agustus 2025 dan selesai sesuai target pada Desember 2025. Program tersebut memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah.
Sementara itu, Kepala SMKS Hanjuang Kabupaten Tangerang, Ratu Shodfatul Munifah, menyampaikan bahwa bantuan rehabilitasi dari Kemendikdasmen berupa ruang kelas, toilet, dan satu unit perpustakaan sangat membantu peningkatan sarana prasarana sekolah. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan.
