Serial Luka, Makan, Cinta: Kembalinya Akting Deva Mahenra dan Mawar De Jongh
Serial Luka, Makan, Cinta menjadi salah satu proyek terbaru yang menghadirkan kembali akting Deva Mahenra dan Mawar De Jongh. Dibuka pada 15 April 2026, serial ini bercerita tentang kehidupan di dapur sebuah restoran bernama Rumah Rasa. Dalam serial yang terdiri dari 8 episode ini, Deva Mahenra memainkan peran sebagai Dennis, seorang chef yang memiliki visi dan ambisi dalam dunia masak. Sementara itu, Mawar De Jongh berperan sebagai Luka, seorang head chef muda yang penuh semangat dan ambisius.
Pengambilan peran sebagai head chef bagi Mawar De Jongh menjadi tantangan tersendiri, terutama karena karakternya yang dinamis dan penuh tekanan. Serial ini tidak hanya menampilkan sisi profesional dari para tokoh, tetapi juga hubungan yang kompleks antara keluarga dan rekan kerja.
Dinamika Hubungan Dennis dan Luka yang Penuh Makna
Hubungan antara Dennis dan Luka menjadi salah satu bagian utama dari serial ini. Alih-alih sekadar rival di dapur, keduanya memiliki dinamika yang lebih dalam. Dennis melihat dirinya di masa lalu dalam sosok Luka yang ambisius dan penuh semangat. Ia tidak memilih untuk menjatuhkan Luka, melainkan berusaha membimbingnya agar berkembang menjadi koki profesional.
“Luka orangnya nggak mau dibantu sama sekali dalam hal apapun. Interaksi antara Luka dan Dennis lah yang mengisi dapur bersama crew dapur. Dennis melihat Luka sebagai chef muda yang sama seperti dirinya dulu. Dibanding berkompetisi dengan Luka, Dennis lebih mendorong supaya Luka mengeluarkan potensi terbaik untuk menjadi head chef,” ujar Deva Mahenra dalam wawancara eksklusif.
Cerita Kaya akan Dinamika Hubungan, dari Keluarga Hingga Profesional

Tidak hanya fokus pada dunia dapur, serial ini juga mengangkat berbagai jenis hubungan yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari relasi orangtua dan anak hingga hubungan kerja yang penuh tekanan. Semuanya digambarkan secara realistis lewat bantuan sutradara Teddy Soeriaatmadja.
Setiap hubungan yang ditampilkan memiliki lapisan emosi berbeda. Penonton diajak untuk melihat bahwa konflik tidak hanya muncul dari persaingan, tetapi juga dari ekspektasi, komunikasi, dan perasaan yang sering kali tidak tersampaikan.
“Kalau kita membahas Luka, Makan, Cinta, hubungannya itu banyak sekali di dalamnya. Ada hubungan antara mama dan anak, hubungan antara Dennis dan Luka, jadi apa yang saya dapat dari serial ini lebih ke dinamika hubungan, saya bisa melihat banyak sekali hubungan yang bisa terjadi, baik secara profesional maupun personal,” jelas Deva Mahenra.
Gambaran Dunia Restoran yang Penuh Tekanan dan Konflik di Dalamnya

Ambisi Luka, chef muda yang ingin menjadi penerus restoran, menjadi salah satu pemicu konflik utama. Ia harus membuktikan ke banyak orang, khususnya sang Mama, bahwa ia memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan Dennis. Terlebih, status Dennis sebagai head chef membuat Luka merasa tersaingi. Ambisinya semakin menggebu-gebu demi bisa membuktikan kemampuannya sebagai chef muda.
“Serial Luka, Makan, Cinta adalah cerita tentang kehidupan sehari-hari yang berfokus pada dunia restoran. Di dalam restoran ini muncul banyak konflik, karena di dalam restoran Rumah Rasa ini ada chef muda yang sangat ambisius meyakini bahwa dirinya akan menjadi penerus restoran,” jelas Deva Mahenra.
Konflik Semakin Kompleks dengan Kehadiran Dennis sebagai Head Chef
[VIDEO-0]
Kehadiran Dennis sebagai head chef membawa dinamika baru dalam restoran Rumah Rasa. Perbedaan visi antara dirinya dan Luka memicu konflik yang semakin kompleks. Tidak hanya itu, cerita juga memperlihatkan hubungan mama dan anak yang ikut terlibat dalam alur konflik. Hal ini membuat cerita terasa lebih emosional karena tidak hanya menyangkut pekerjaan, tetapi juga ikatan keluarga yang penuh konflik.
“Kemudian muncul Dennis selaku head chef yang lain. Konflik mulai terjadi di situ. Kompleksitas antara hubungan ibu dan anak juga ada di dalam serial ini,” ujarnya.





