Kondisi Siswa Karo yang Keracunan MBG Terus Diperhatikan

Beberapa siswa dari Karo yang mengalami keracunan akibat makanan bergizi gratis (MBG) kini sedang dirawat di Rumah Sakit Haji Medan. Jumlahnya kini bertambah menjadi tiga orang. Dua di antaranya berada di ruangan PICU, sedangkan satu siswa lainnya dirawat di ruang rawat inap anak biasa.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Umum Haji Medan, Fitrady Ulianda Siregar, menjelaskan bahwa dua siswa baru saja dirujuk ke rumah sakit tersebut pada Selasa (18/7/2026). Sementara itu, satu pasien yang sudah dirujuk sejak Jumat lalu, sudah mulai membaik.

Nama-nama ketiga siswa tersebut adalah Krismas Dayanti (18), siswa SMA 1 Medan; Febiona (16), siswa SMK Bersama; dan Ana Karina Karo, siswa SMA Bersama. Saat ini, mereka sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Penjelasan Mengenai Kondisi Pasien

Pada tanggal 14 Agustus lalu, Krismas Dayanti pertama kali dirujuk dari Karo. Saat diterima di rumah sakit, kondisinya dalam keadaan lemas, tertidur, dan hampir mengalami penurunan kesadaran. Ia juga mengalami nyeri perut yang sangat hebat. Namun, saat ini kondisinya cukup membaik dan akan dipindahkan ke ruang rawat umum.

Selanjutnya, pada hari yang sama, pihak rumah sakit menerima rujukan atas nama Febiona boru Purba. Menurut informasi yang diterima, adik ini sempat pulang ke rumah, tetapi kemudian kembali mengalami sakit perut dan kini dirawat di ruangan PICU.

Sedangkan untuk Anna Karina boru Karo, ia dirujuk dari Rumah Sakit Amanda Berastagi. Meskipun kondisinya mulai membaik, ia masih merasa lemas dan saat ini dirawat di ruang rawat anak.

Gejala yang Dialami oleh Para Siswa

Menurut Fitrady Ulianda Siregar, ketiga pasien ini mengalami gejala yang sama, yaitu Sindrom Iritasi Usus Besar. Gejalanya meliputi sakit perut, kembung, diare atau sembelit yang bergantian, serta perut begah. Gangguan pencernaan ini disebabkan oleh makanan tertentu.

Meski tidak secara langsung menyebutkan apakah ini bisa dikategorikan sebagai keracunan makanan, Fitrady menjelaskan bahwa penyebabnya adalah makanan tertentu. Ia menyarankan agar hasil pemeriksaan makanan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi untuk memastikan penyebab pasti.

Trauma Akibat Kejadian Keracunan

Fitrady juga mengungkapkan bahwa beberapa siswa mengalami trauma setelah menerima makanan MBG. Beberapa di antaranya bahkan harus dikonsultasikan ke dokter psikiater untuk proses pemulihan trauma.

Trauma yang dialami oleh para siswa terkait dengan ingatan mereka terhadap kejadian saat makan MBG. Mereka cenderung was-was dan takut mengulangi pengalaman serupa. Untuk mengatasi hal ini, pihak rumah sakit memberikan keyakinan bahwa makanan yang diberikan berasal dari rumah sakit dan higienis.

Protes dari Orang Tua Siswa

Salmen Sihite, salah satu orang tua siswa SMK 1 Berastagi, menyampaikan protes terkait program MBG. Anaknya, Krismas Dayanti Br Sihite, mengalami keracunan MBG dan kini sedang dirawat di Rumah Sakit Haji Medan.

Bagi Salmen, lebih baik jika anaknya membawa bekal dari rumah, seperti ikan asin, daripada makan menu mewah dari MBG yang berujung pada masalah kesehatan. Ia bahkan meminta agar program MBG ditutup karena takut anaknya mengalami hal serupa lagi.

Pengalaman Orang Tua Saat Mencari Anaknya

Salmen menceritakan bagaimana ia mencari anaknya setelah mengetahui kejadian keracunan. Awalnya, ia hanya mendengar dari anaknya sendiri. Setelah panik, ia pergi ke sekolah dan mencari anaknya hingga akhirnya menemukannya di rumah sakit.

Dari keluhan awal, anaknya mengaku mengalami nyeri perut, ulu hati panas, dan tenggorokan gatal. Setelah dirawat di ruang PICU, kondisinya memburuk dan membutuhkan perawatan intensif.

Meski belum ada kabar pasti tentang kapan anaknya bisa pulang, Salmen tetap berharap anaknya segera pulih. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memperhatikan kondisi anaknya dengan baik.




Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version