Siswa SDN Rawamangun 12 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Matematika selama satu jam empat puluh lima menit. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 20 April 2026. Salah satu peserta, Denis, yang berusia 11 tahun, mengaku merasa sedikit kesulitan dalam mengerjakan 30 soal tersebut.
“Beberapa soal tidak diajarkan sebelumnya,” ujar Denis usai mengikuti TKA di sekolahnya. Meskipun begitu, ia berhasil menyelesaikan semua soal tepat waktu. Ia sudah mempersiapkan diri dengan belajar selama 30 hari sebelumnya. “Karena ada geladi bersih juga,” tambahnya.
Berbeda dengan Denis, Aika, siswa lainnya yang berusia 11 tahun, mengatakan bahwa semua soal sudah pernah dipelajari. Ia juga rutin belajar mandiri setiap malam untuk mempelajari contoh-contoh soal TKA. “Semua rumus yang dipelajari keluar,” kata Aika.
Anindita, siswa berusia 12 tahun, memiliki target nilai 93 dalam TKA. Ia telah mengikuti bimbingan belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian ini. “Saya ingin masuk SMP favorit,” ujarnya. Ia mengatakan jalannya TKA berjalan lancar, dengan jaringan internet yang stabil. Adapun TKA dilaksanakan dalam bentuk Computer Based Test (CBT).
Anindita menyebutkan bahwa TKA hari ini hanya mencakup mata pelajaran Matematika. Besok, ia akan mengikuti TKA mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Meski banyak siswa yang mengikuti TKA, pihak media masih kesulitan mendapatkan informasi lebih lanjut dari sekolah. Tempo sudah berusaha mewawancara pihak sekolah, namun hanya bisa melakukan wawancara dengan Plt Kepala Sekolah SDN Rawamangun 12 Pagi, Irna Anita. Penjaga sekolah bernama Raihan mengatakan bahwa Irna belum datang ke sekolah sampai berita ini terbit.
Diketahui, TKA SD 2026 diikuti oleh lebih dari 4,4 juta siswa dari 175 ribu satuan pendidikan. Pelaksanaan TKA jenjang SD berlangsung dari tanggal 20 hingga 30 April 2026, dengan ujian susulan mulai dari tanggal 11 hingga 17 Mei 2026. Pengumuman hasil TKA akan dilaksanakan pada 18-23 Mei 2026.
Sebelumnya, banyak komentar di kolom Instagram Kemendikdasmen dan akun resmi lainnya menyampaikan keluhan tentang server TKA yang mengalami eror. Contohnya, akun @harjxxxxx mengatakan: “Mohon diantisipasi kestabilan akses internetnya. Sebab tadi di MI tempat anak kami gladi TKA tidak stabil.”
Menanggapi hal ini, Toni Toharudin, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (BSKAP), menyatakan bahwa secara sistem pusat, tidak ada kendala server yang eror. “Secara sistem pusat tidak ada kendala, baik exambrowser Chromebook maupun fitur autoscale,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya langsung melakukan identifikasi terhadap keluhan dari proses gladi bersih TKA. Hasilnya, error server di satuan pendidikan disebabkan oleh kapasitas jaringan yang tidak memadai.





