Perjalanan Kepemimpinan Kota Pasuruan Setelah Era Reformasi
Kota Pasuruan telah dipimpin oleh enam wali kota sejak era reformasi, dengan latar belakang yang beragam. Mereka berasal dari berbagai kalangan, seperti politisi, pengusaha, aktivis organisasi, hingga tokoh nasional. Setiap wali kota memiliki perjalanan politik dan gaya kepemimpinan yang berbeda, sehingga turut mewarnai pembangunan dan dinamika pemerintahan Kota Pasuruan.
Berikut adalah daftar enam wali kota Pasuruan setelah era reformasi beserta profil singkat, perjalanan karier, dan kiprahnya dalam dunia politik maupun pemerintahan.
Aminurokhman
Aminurokhman merupakan salah satu tokoh yang cukup berpengaruh dalam pemerintahan Kota Pasuruan. Ia menjabat sebagai Wali Kota selama dua periode, yakni 2000–2005 dan 2005–2010. Lahir pada 12 Februari 1962, ia memulai karier politik melalui organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat kuliah. Pendidikan dasarnya ditempuh di Pasuruan sebelum melanjutkan studi ekonomi dan manajemen di Universitas Wijaya Putra.
Sebelum menjadi wali kota, Aminurokhman pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Pasuruan periode 1999–2000. Karier politiknya terus berkembang, mulai dari kader PKB hingga menjadi pendiri Partai NasDem di Jawa Timur. Setelah masa jabatannya sebagai wali kota berakhir, ia melanjutkan kiprah politik sebagai Anggota DPR RI periode 2019–2024.
Hasani

H. Hasani menjabat sebagai Wali Kota Pasuruan periode 2010–2015. Sebelum menjadi wali kota, ia dikenal sebagai pengusaha sekaligus direktur CV Bersaudara Pasuruan. Selain berkiprah di dunia usaha, Hasani juga aktif di dunia politik, pernah menjadi anggota DPRD Kota Pasuruan selama dua periode, termasuk menjabat sebagai Ketua DPRD.
Hasani meninggal dunia pada 17 Februari 2018 setelah mengimami salat subuh di Pasuruan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat dan sejumlah tokoh di daerah tersebut.
Setiyono

Drs. H. Setiyono, M.Si menjabat sebagai Wali Kota Pasuruan periode 2016–2018. Sebelumnya, ia lebih dahulu menjabat Wakil Wali Kota Pasuruan mendampingi Hasani pada periode 2010–2015. Pria kelahiran 18 April 1955 ini dikenal sebagai politikus yang cukup lama berkecimpung di pemerintahan Kota Pasuruan.
Pengalamannya di dunia pemerintahan membuatnya dipercaya memimpin Kota Pasuruan setelah masa jabatan Hasani berakhir. Namun, perjalanan kepemimpinannya diwarnai persoalan hukum. Pada 2018, ia ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penanganan kasus korupsi di Kota Pasuruan. Setelah kasus tersebut mencuat, posisi kepala daerah kemudian dijalankan oleh wakil wali kota saat itu, Raharto Teno Prasetyo.
Raharto Teno Prasetyo

Raharto Teno Prasetyo atau akrab disapa Teno menjadi Wali Kota Pasuruan periode 2020–2021. Sebelumnya, ia lebih dahulu menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota sejak 2018. Teno lahir pada 10 November 1982 dan merupakan politikus PDI Perjuangan. Sebelum menjadi wali kota, ia menjabat Wakil Wali Kota Pasuruan periode 2016–2018.
Setelah Setiyono tersandung kasus hukum, Teno kemudian dipercaya menjalankan roda pemerintahan Kota Pasuruan. Ia kemudian resmi dilantik sebagai Wali Kota Pasuruan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada September 2020. Meski masa jabatannya terbilang singkat, Teno tetap menjalankan berbagai program pemerintahan, termasuk pembahasan RAPBD dan pembangunan daerah.
Saifullah Yusuf

Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menjadi salah satu wali kota dengan pengalaman politik yang cukup panjang di Kota Pasuruan. Ia menjabat sebagai Wali Kota Pasuruan periode 2021–2024 sebelum kemudian dilantik menjadi Menteri Sosial RI pada September 2024. Gus Ipul merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus keponakan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Karier politiknya dimulai melalui PDI Perjuangan sebelum akhirnya bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Selama berkarier di dunia politik, Gus Ipul pernah menjabat sebagai anggota DPR RI, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, hingga Wakil Gubernur Jawa Timur selama dua periode mendampingi Soekarwo.
Adi Wibowo

Adi Wibowo menjabat sebagai Wali Kota Pasuruan sejak 24 Desember 2024 untuk periode 2025–2030. Politikus Partai Golkar yang akrab disapa Mas Adi ini sebelumnya menjabat sebagai Wakil Wali Kota Pasuruan mendampingi Saifullah Yusuf pada periode 2021–2024. Lahir di Temanggung pada 26 Mei 1980, masa kecilnya banyak dihabiskan di lingkungan pertanian dan pendidikan keluarga sederhana.
Ia menempuh pendidikan di Universitas Jember dan melanjutkan magister di Universitas Indonesia. Pada 2025, ia juga berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Brawijaya Malang. Sebelum terjun ke politik praktis, Adi dikenal aktif di dalam berbagai organisasi kepemudaan dan lembaga riset sosial, seperti HMI, KNPI, hingga lembaga kajian pembangunan sosial.
Dinamika Kepemimpinan Kota Pasuruan
Perjalanan kepemimpinan Kota Pasuruan menunjukkan dinamika politik dan pemerintahan yang terus berkembang dari masa ke masa. Setiap wali kota memiliki latar belakang, tantangan, dan gaya kepemimpinan berbeda. Ada yang berasal dari kalangan pengusaha, aktivis organisasi, tokoh nasional, hingga akademisi dan konsultan pembangunan. Berbagai program dan kebijakan yang dijalankan para wali kota tersebut turut menjadi bagian penting dalam perkembangan Kota Pasuruan sebagai salah satu kota strategis di Jawa Timur hingga saat ini.




