Sarlina Sari, seorang perempuan kelahiran Aceh yang kini telah meraih gelar Doktor Ilmu Akuntansi, adalah contoh nyata dari ketekunan dan semangat belajar yang tak pernah padam. Dengan latar belakang keluarga sederhana dan lingkungan yang penuh tantangan, ia berhasil menapaki jalan panjang menuju kesuksesan akademik, mulai dari sebuah desa kecil di Kabupaten Pidie hingga menjadi dosen dan peneliti di tingkat nasional.

Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan Awal

Lahir pada 3 Agustus 1990 di Beungga, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Sarlina tumbuh dalam lingkungan yang tidak terlalu memungkinkan secara ekonomi. Namun, nilai-nilai yang diajarkan oleh orang tuanya memberinya dasar yang kuat untuk menghadapi segala rintangan. Orang tua Sarlina selalu menekankan bahwa ilmu pengetahuan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus bermanfaat bagi masyarakat luas. Hal ini menjadi fondasi utama dalam perjalanan akademiknya.

Selama masa kecil dan remaja, Sarlina hidup dalam situasi konflik di Aceh. Keterbatasan akses pendidikan serta ketidakamanan yang sering dialami tidak membuatnya menyerah. Justru kondisi tersebut meningkatkan kesadaran bahwa pendidikan adalah harapan dan sarana untuk bangkit. Baginya, belajar bukan hanya sekadar aktivitas, tetapi juga bentuk ikhtiar yang senantiasa disertai doa dan ketekunan.

Pendidikan formalnya dimulai di SD Negeri Beungga dan dilanjutkan ke SMP Negeri 3 Tangse. Di tingkat SMP, ia sempat menempuh pendidikan di Banda Aceh, namun musibah tsunami Aceh memaksanya kembali ke kampung halaman untuk melanjutkan studi. Pengalaman itu menjadi titik refleksi penting dalam hidupnya, mengajarkannya tentang ketabahan, rasa syukur, serta arti melanjutkan hidup dengan penuh harapan.

Prestasi Akademik yang Mengagumkan

Pendidikan menengah atas ditempuh di SMA Negeri 5 Banda Aceh, di mana Sarlina secara konsisten meraih peringkat pertama sejak sekolah dasar hingga lulus SMA. Pada 2009, ia melanjutkan pendidikan sarjana pada Program Studi Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala. Selama masa perkuliahan, ia menunjukkan prestasi akademik yang menonjol dan meraih penghargaan Mahasiswa Berprestasi tingkat fakultas. Pendidikan sarjana diselesaikannya pada 2013 dengan predikat cum laude.

Komitmen terhadap pengembangan keilmuan mendorongnya melanjutkan studi magister di Program Pascasarjana Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Sarlina berhasil menyelesaikan studi dan meraih gelar Magister Akuntansi dengan predikat cum laude pada 2017. Sejak 2018, ia mengabdi sebagai dosen tetap pada Program Studi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika, Jakarta, serta aktif dalam kegiatan penelitian, penulisan ilmiah, dan publikasi akademik di bidang akuntansi dan tata kelola.

Menjadi Doktor dalam Waktu Singkat

Di tengah kesibukan sebagai pendidik dan peneliti, pada 2022 Sarlina kembali melanjutkan studi doktoral di Universitas Indonesia. Berbekal disiplin, ketekunan, serta dukungan keluarga dan pembimbing akademik, ia berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral dalam waktu 3,5 tahun dan resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Akuntansi pada 6 Januari 2026 setelah upacara Promosi Doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

“Keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi, melainkan pijakan untuk memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan di Indonesia,” ujar Sarlina. Ucapannya mencerminkan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan utama untuk memperbaiki kehidupan, baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat luas.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version