Kebakaran Hebat di Ruko Milik Juragan Sepeda Angin
Pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 02.22 WIB, sebuah ruko yang juga berfungsi sebagai gudang pribadi milik Soei Biantoro Rahardjo, seorang juragan sepeda angin, terbakar hebat di Jalan Sidoyoso IV, RT 01, RW 07, Simokerto, Surabaya. Kebakaran ini menewaskan TLW (68), istri dari Soei, yang terjebak di lantai dua ruko.
Korban diketahui memang tidur terpisah dari suaminya selama hampir 10 tahun terakhir di kamar khusus dengan pendingin kipas angin biasa karena tidak kuat dengan hawa dingin AC di bangunan rumah utama. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan korban tidak bisa segera menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi.
Ratapan Suami yang Kehilangan Teman Hidup
Sooe Biantoro Rahardjo, suami dari korban, terus-menerus menangis dan meratapi kepergian belahan jiwanya. Ia mengaku gagal menyelamatkan sang istri dalam insiden kebakaran tersebut. Pria lansia itu sempat nekat mengguyur sekujur badannya dengan air demi menerobos kobaran api yang mengamuk di lantai dua, namun aksi penyelamatan darurat itu tak mampu menembus dahsyatnya api.
Di tengah puing-puing bangunan yang hangus, Soei terus-menerus menangis dan tak berhenti meracau meratapi kepergian belahan jiwanya. Sesekali, ia menggebrak lengan kanan kursi yang didudukinya sembari meracau kepada beberapa orang tetangga yang terus mengelus pundaknya untuk tetap tegar menghadapi takdir Tuhan.
Soei terus menyalahkan dirinya yang tak bisa sigap dan cepat berlari menuju ke area sisi utara ruko tersebut untuk menyelamatkan sang istri. Kehilangan ini membuat semangat hidupnya runtuh di sisa usianya yang telah memasuki senja.
Aksi Nekat Menembus Api Berakhir Gagal
Seandainya waktu dapat diputar ulang ke belakang, Soei Biantoro Rahardjo tak lagi bakal menghiraukan panasnya kobaran api di kamar sang istri. Terserah jika api bakal mengoyak tubuhnya, yang terpenting Soei bisa terus bersama sang istri tercinta. Namun, perjuangannya menyelamatkan sang istri malam itu terasa begitu pelik.
Pada dini hari itu, Soei sebenarnya sudah tidur di rumah belakang. Namun, tidurnya terganggu karena mendengar suara bising bergemuruh dan bergemeretak di area ruko. Saat bergegas mencari sumber suara aneh tersebut, ia dikejutkan oleh bayangan kobaran api yang sudah membesar dari dalam kamar sang istri.
Melihat situasi kritis tersebut, Soei berusaha mencari sumber air keran untuk disemprotkan menggunakan selang ke arah api. Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Tanpa pikir panjang, Soei berinisiatif membasahi sekujur badannya dengan air, lalu nekat berupaya menembus kobaran api demi mengevakuasi sang istri.
Namun, kobaran api kian membesar dan hawa panas yang ekstrem menyergap tubuhnya, memaksa Soei mundur kembali ke lorong yang belum terdampak kebakaran.
Kesaksian Anak dan Kobaran Api Mirip Las
Duka mendalam juga dirasakan oleh putra sulung korban, Freddy Biantoro. Freddy mengaku tidak mendapati adanya firasat apa pun yang menandai kepergian sang ibunda sebelum insiden kebakaran terjadi. Malam itu, Freddy tiba-tiba terbangun dari tidur karena mendengar kegaduhan yang luar biasa.
Saat berusaha menyelamatkan sang ibunda, kobaran api sudah menyala hebat disertai hembusan kencang dari jendela dan pintu kamar ibunya. Freddy bahkan sempat berusaha mencari akses jalan lain, yakni melalui pintu pagar utama ruko pada bagian depan. Namun, langkahnya terhalang karena terdapat lapisan pagar yang masih terkunci rapat oleh rantai gembok.
Korban Diduga Terjebak Asap
Berdasarkan pemeriksaan di lokasi kejadian, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menemukan tubuh TLW tergeletak di lantai dua, tepatnya di jalan akses menuju kamar mandi sisi belakang ruko. Kondisi tubuh korban dilaporkan nyaris hangus di area yang memang biasa digunakannya untuk beristirahat dan tidur tersebut.
Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini, menduga korban terlebih dahulu lemas dan tak sadarkan diri akibat menghirup asap pekat sebelum tubuhnya terkena jilatan api. Hal ini diperkuat oleh pengamatan awal personelnya yang melihat pakaian korban sebenarnya masih utuh.
Penyelidikan Lebih Lanjut Dilakukan
Kebakaran maut yang menewaskan satu korban jiwa ini kini tengah diselidiki secara intensif oleh Anggota Unit Reskrim Polsek Simokerto Polrestabes Surabaya. Proses olah TKP awal yang dilakukan bersama Anggota Tim Inafis Polrestabes Surabaya bahkan dipantau langsung oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.
Berdasarkan hasil olah TKP awal tersebut, Kombes Pol Luthfie menduga korban sempat berusaha menyelamatkan diri menuju ke area yang dianggap aman, seperti kamar mandi, saat api mulai melanda. Namun, lantaran kondisi korban yang sudah lanjut usia dan besarnya kobaran api yang melumat lantai dua, korban akhirnya terjebak, kehilangan kesadaran, hingga meninggal dunia.
Kendati demikian, pihak kepolisian menegaskan belum dapat menyimpulkan secara pasti terkait dugaan penyebab utama kebakaran ruko tersebut. Luthfie menjanjikan, pihaknya akan segera menggelar olah TKP lanjutan dalam waktu dekat dengan melibatkan Anggota Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim.




