Heboh Foto Pocong Bawa Parang di Surabaya
Warga Kota Surabaya sempat dihebohkan oleh isu teror kemunculan sosok hantu pocong yang membawa senjata tajam jenis parang di kawasan Jalan Kalisosok Kidul, Krembangan. Isu ini menyebar melalui media sosial dan membuat beberapa warga merasa khawatir. Beberapa pihak seperti mitra ojek online (ojol) dan personel Polsek Bubutan Polrestabes Surabaya melakukan penyisiran untuk memastikan kebenarannya.
Penelusuran di Lapangan Menunjukkan Situasi Aman
Setelah dilakukan penelusuran di lokasi tersebut, hasilnya menunjukkan bahwa situasi kawasan gudang tersebut tetap aman, lengang, dan nihil aktivitas mencurigakan. Lokasi foto pocong membawa parang yang viral di medsos berada di Jalan Kalisosok Kidul, Krembangan Selatan, Krembangan, Surabaya. Di sekitar lokasi, terlihat aktivitas para karyawan pabrik yang lalu lalang serta kendaraan forklift dan angkutan produksi yang sibuk membantu proses bongkar muat barang.
Wakil Wali Kota Surabaya Minta Warga Tetap Rasional
Menanggapi keresahan warga, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji alias Cak Ji, meminta masyarakat tetap rasional. Ia menegaskan bahwa dokumentasi yang viral di media sosial itu murni merupakan produk rekayasa teknologi Artificial Intelligence (AI) atau hoaks belaka. Cak Ji mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Fenomena Teror Pocong Marak di Berbagai Daerah
Fenomena ini ternyata ikut merembet ke wilayah Kota Pahlawan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi AI. Dalam beberapa daerah, isu teror pocong telah membuat warga ketakutan, mulai dari Lamongan, Nganjuk, Kediri, Sidoarjo, hingga Jember. Maraknya isu ini diduga memiliki berbagai macam motif, mulai dari sekadar aksi prank demi konten media sosial hingga dimanfaatkan untuk tindak kejahatan.
Reaksi Cak Ji: “Enggak Onok Pocong”
Cak Ji menegaskan bahwa tidak ada pocong yang benar-benar ada. Ia bahkan menyampaikan reaksi santai dengan berkata, “Lak onok, karo wong-wong iso diparani temen, iso dilebokno botol kok poconge.” Artinya, jika ada pocong, orang-orang bisa langsung mendatanginya dan memasukkannya ke dalam botol. Ia juga meminta warga Surabaya untuk tidak terlalu panik secara berlebihan.
Ojol dan Polisi Turun Tangan
Isu kemunculan pocong membawa senjata parang di jalanan dekat bekas Penjara Kalisosok juga membuat seorang warga yang berprofesi sebagai ojek online (ojol), Putra (45), merasa geram. Ia berusaha memeriksa kondisi lokasi tempat tersebut secara langsung sendirian. Hasilnya, jalanan tersebut terpantau lengang, namun sama sekali tidak ada temuan indikasi kemunculan pocong seperti yang diisukan di medsos.
Selain Putra, anggota Polsek Bubutan Polrestabes Surabaya juga melakukan pengecekan langsung di lokasi. Ternyata hasilnya sama, tidak didapati adanya temuan mencurigakan yang mengindikasikan kemunculan sosok pocong bersenjata parang seperti informasi yang berkelebatan di medsos belakangan ini.
Penjelasan Petugas Keamanan
Petugas keamanan setempat, DO, mengatakan bahwa isu tersebut memang sempat merebak selama kurun waktu seminggu belakangan. Namun, selama ia berjaga sejak malam hingga pagi hari, ia tidak mendapati adanya temuan penampakan aneh. DO juga menyatakan bahwa selama hampir 1,5 tahun bekerja sebagai petugas keamanan di wilayah dekat lokasi tempat isu kemunculan pocong membawa parang tersebut, ia tidak pernah memperoleh pengalaman ditampakkan sosok makhluk tak kasat mata atau astral.
Harapan Masyarakat
Putra berharap masyarakat tetap berhati-hati dengan berbagai macam informasi yang viral di medsos. Ia menyayangkan jika nyatanya foto modifikasi tersebut malah membuat warga Surabaya merasa resah. Ia berharap tidak ada lagi isu-isu pocong yang bawa berang clurit dan sejenisnya.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran di lapangan dan pernyataan dari berbagai pihak, dapat disimpulkan bahwa isu pocong yang viral di media sosial adalah hoaks yang dibuat menggunakan teknologi AI. Warga Surabaya diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.





