Penurunan Signifikan dalam Volume Sampah di Malam Tahun Baru 2026
Data yang dirilis oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya menunjukkan bahwa volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas malam Tahun Baru 2026 berada di bawah angka 5 ton. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 14 ton pada malam Tahun Baru 2025. Hal ini menandai penurunan yang sangat signifikan dalam jumlah sampah yang dihasilkan.
Penurunan ini tidak terlepas dari kebijakan dan instruksi yang dikeluarkan oleh Wali Kota Surabaya, yang meminta masyarakat untuk tidak merayakan Tahun Baru secara berlebihan. Sebagian besar warga memilih untuk menghabiskan malam pergantian tahun di rumah masing-masing, sehingga mengurangi aktivitas yang biasanya menyebabkan peningkatan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto, menjelaskan bahwa pengurangan jumlah sampah ini merupakan hasil dari kesadaran masyarakat yang baik terhadap imbauan pemerintah. Menurutnya, banyak warga yang mematuhi anjuran tersebut sebagai bentuk empati terhadap musibah bencana alam yang menimpa wilayah Sumatera.
“Tahun ini volume sampah hasil kegiatan malam tahun baru jauh menurun. Tahun lalu kurang lebih 14 ton, tahun ini tidak sampai 5 ton,” ujar Dedik.
Beberapa titik pusat berkumpulnya massa pada malam pergantian tahun 2026 antara lain di depan Gedung Negara Grahadi, Taman Bungkul, kawasan Wisata Kota Lama, dan Taman Suroboyo. Meskipun beberapa titik ini menjadi tempat kumpul masyarakat, jumlah sampah yang dihasilkan tidak terlalu besar.
Sampah yang ditemukan didominasi oleh sisa aktivitas konsumsi masyarakat, seperti botol plastik, kardus, dan sisa makanan. Namun, volume sampah yang dihasilkan dari kegiatan malam Tahun Baru hanya mencapai 5 ton, bukan total sampah harian Kota Surabaya.
“Yang 5 ton ini murni dari satu kegiatan malam tahun baru di jalanan dan ruang publik, tidak termasuk sampah rutin domestik yang ada di TPS-TPS,” tambah Dedik.
Ia juga menekankan bahwa imbauan pemerintah kota untuk tidak merayakan malam pergantian secara besar-besaran didengar dan dijalankan dengan baik oleh warga. Perbandingan antara jumlah sampah tahun ini dan tahun lalu sangat jauh, yang menunjukkan perkembangan positif bagi kebersihan Kota Pahlawan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Sampah
- Kebijakan Pemerintah: Instruksi Wali Kota Surabaya untuk tidak merayakan Tahun Baru secara berlebihan memainkan peran penting dalam mengurangi jumlah sampah.
- Kesadaran Masyarakat: Banyak warga yang mematuhi anjuran tersebut sebagai bentuk empati terhadap saudara-saudara mereka di wilayah Sumatera.
- Pengurangan Aktivitas di Tempat Umum: Mayoritas masyarakat memilih untuk menghabiskan malam pergantian tahun di rumah masing-masing, sehingga mengurangi kegiatan yang biasanya menyebabkan peningkatan sampah.
Jenis Sampah yang Ditemukan
- Botol Plastik
- Kardus
- Sisa Makanan
Dedik menegaskan bahwa sampah yang dihasilkan dari kegiatan malam Tahun Baru hanya mencakup aktivitas di jalanan dan ruang publik, bukan sampah harian yang biasanya ada di TPS-TPS.





