Kegiatan Interprofessional Education (IPE) di Universitas Telogorejo Semarang
Universitas Telogorejo Semarang menyelenggarakan kegiatan Interprofessional Education (IPE) sebagai upaya meningkatkan kompetensi kolaborasi antarprofesi bagi mahasiswa di bidang kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam bekerja sama lintas disiplin ilmu, sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dan berpusat pada pasien.
Kegiatan IPE ini melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu D-3 Keperawatan, S-1 Keperawatan, S-1 Farmasi, S-1 Kebidanan, dan S-1 Fisioterapi. Pelaksanaannya akan berlangsung selama hampir tiga pekan, mulai tanggal 6 hingga 25 April 2026, bertempat di Kelurahan Sukorejo. Lokasi pelaksanaan di lingkungan masyarakat diharapkan mampu memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam menghadapi permasalahan kesehatan secara langsung di tatanan komunitas.
Dalam dunia kesehatan yang semakin kompleks, pelayanan kesehatan saat ini tidak lagi dapat dilakukan secara parsial oleh satu profesi saja. Perlu adanya kerja sama yang erat antar tenaga kesehatan dari berbagai disiplin ilmu untuk menghadirkan pelayanan yang komprehensif, aman, dan berpusat pada pasien. Kompleksitas permasalahan kesehatan, baik di layanan klinik maupun komunitas, menuntut pendekatan multidisiplin yang terintegrasi. Oleh karena itu, Interprofessional Education (IPE) menjadi salah satu strategi pembelajaran yang relevan dan penting untuk diterapkan.
Melalui IPE, mahasiswa dari berbagai program studi kesehatan dipertemukan dalam satu kegiatan pembelajaran untuk saling mengenal peran, tanggung jawab, serta kompetensi masing-masing profesi. Selain itu, mahasiswa juga dilatih untuk membangun komunikasi yang efektif dan menjalin kerja sama tim sejak masa pendidikan.
Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi Interprofesional dalam Asuhan Komprehensif pada Pasien Penyakit Kronis di Tatanan Klinik dan Komunitas.” Tema tersebut dipilih sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya prevalensi penyakit kronis yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan kolaborasi lintas profesi secara berkesinambungan.
Secara umum, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kolaborasi antarprofesi mahasiswa melalui pembelajaran interprofesional berbasis kasus nyata maupun simulasi. Mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan keilmuan yang dimiliki dengan pendekatan kolaboratif dalam memberikan asuhan kesehatan yang holistik dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan IPE dikemas dalam berbagai bentuk pembelajaran aktif dan partisipatif. Mahasiswa akan mengikuti diskusi kelompok interprofesional (case-based discussion) untuk membahas kasus kesehatan secara komprehensif dari berbagai sudut pandang profesi. Selain itu, terdapat simulasi atau role play asuhan kolaboratif yang bertujuan melatih keterampilan komunikasi dan pengambilan keputusan dalam tim.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga akan terlibat langsung dalam praktik lapangan melalui community project di masyarakat. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan yang ada di lingkungan, merancang intervensi bersama, serta mengimplementasikan solusi secara kolaboratif.
Di akhir kegiatan, mahasiswa akan melakukan presentasi dan refleksi tim sebagai bentuk evaluasi pembelajaran dan penguatan pengalaman yang telah diperoleh. Melalui rangkaian kegiatan ini, Universitas Telogorejo Semarang berharap dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kerja tim yang baik, komunikasi yang efektif, serta sikap profesional dan empati dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Selain itu, implementasi IPE ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di masyarakat, serta meminimalisir risiko kesalahan medis yang seringkali terjadi akibat kurangnya komunikasi dan koordinasi antar tenaga kesehatan. Dengan adanya kegiatan ini, Universitas Telogorejo Semarang terus berupaya menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, sekaligus memperkuat peran institusi pendidikan dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan siap bersaing di era pelayanan kesehatan modern.





