Pemerintah Indonesia Berupaya Mendapatkan Izin dari Iran untuk Kapal Tanker Pertamina
Pemerintah Indonesia masih berusaha memperoleh izin dari Iran agar dua kapal tanker minyak milik Pertamina dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman dan kembali ke tanah air. Namun, video yang beredar di media sosial seolah-olah menunjukkan seorang petugas Iran memberikan izin berlayar kepada sebuah kapal Indonesia ternyata merupakan hasil buatan AI. Hingga 3 April 2026, belum ada laporan bahwa kapal tanker tersebut telah berhasil keluar dari jalur pelayaran yang ditutup oleh Iran sejak negara itu diserang Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari.
Video tersebut menampilkan seorang pria yang berdiri di atas kapal dengan mengenakan helm proyek dan rompi keselamatan berwarna oranye. Ia mengatakan, “Kita sudah ada di atas kapal induk pemuat minyak bumi, lagi melintas di Selat Hormuz. Suasananya tegang banget bro. Lihat di sana, kapal patroli lagi jagain. Kita harus minta ijin dulu sebelum lewat. Nah itu lagi kontak mereka lewat radio,” kata pria itu.

Video kemudian menayangkan seorang pria lain yang mengenakan seragam kamuflase dengan bendera Iran terlihat di latar belakang. Pria tersebut berkata dalam Bahasa Inggris, “Oke. Terima kasih banyak. Indonesia selalu kami… hadir di sini.”
Video tersebut juga beredar di Instagram dan TikTok di tengah upaya Kementerian Luar Negeri melobi pemerintah Iran untuk membolehkan dua kapal tanker melewati Selat Hormuz, yang ditutup oleh Tehran sebagai pembalasan atas serangan AS-Israel yang memicu perang di Timur Tengah.
Menurut Organisasi Maritim Internasional (IMO), sekitar 20.000 pelaut masih terjebak di antara 3.200 kapal di sebelah barat Selat Hormuz.
Pada 27 Maret, Pemerintah Indonesia mengatakan bahwa mereka menerima “respon positif” dari Tehran mengenai permohonan untuk mendapatkan jaminan keamanan pelayaran melalui jalur vital tersebut.
Komentar di media sosial mengindikasikan bahwa beberapa pengguna media sosial percaya video itu asli. Salah satu komentar menyatakan, “Indonesia negara damai diterima semua negara di dunia ini nampak manfaatnya saat kritis kita diprioritaskan.”
Namun hingga 2 April 2026, belum ada laporan resmi bahwa kedua kapal tanker Indonesia berhasil melewati Selat Hormuz. Vega Pita, pejabat sementara corporate secretary di Pertamina International Shipping, mengatakan kepada Infomalangraya.net pada tanggal 1 April, “Dua kapal yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro masih berada di Teluk Arab, belum bisa melewati Selat Hormuz.”
Pencarian dengan kata kunci di berbagai media sosial menemukan bahwa video yang beredar tersebut telah dilabeli sebagai konten AI di TikTok. Ketika dilihat lebih saksama, tampak beberapa kejanggalan visual yang menjadi ciri-ciri konten buatan AI. Di antara kejanggalan itu adalah pagar pembatas kapal yang tampak terdistorsi. Sementara itu, orang-orang yang berada di atas kapal Iran juga bentuknya terlihat aneh.
Kejanggalan lainnya terlihat pada petugas Iran yang berbicara menggunakan megafon di video itu. Pria yang seolah-olah petugas Iran itu memiliki emblem menyerupai bendera AS di pundaknya, sementara tanda namanya tidak terbaca dan walkie-talkie yang dibawanya tidak memiliki antena. Bendera Iran di latar belakang juga terlihat tidak terpasang pada objek apa pun.
Hasil analisis video dengan menggunakan alat deteksi Hive Moderation juga menemukan bahwa terdapat kemungkinan 99,6 persen klip itu hasil buatan AI.





