Inisiatif Amazon Girls’ Tech Day: Membangun Masa Depan Teknologi untuk Perempuan
Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menyelenggarakan program Amazon Girls’ Tech Day. Program ini memasuki tahun keempatnya dan bertujuan untuk menginspirasi serta mempersiapkan anak perempuan dan perempuan muda dalam menghadapi dunia teknologi yang semakin berkembang.
Partisipasi yang Luas dan Pemahaman Awal tentang Teknologi
Lebih dari 400 siswi dari 10 sekolah di Karawang dan Bekasi berpartisipasi dalam acara yang diselenggarakan pada tanggal 7 Februari. Untuk pertama kalinya, program ini diperluas dengan melibatkan siswi dari jenjang SD hingga SMA. Perluasan ini menjadi langkah strategis Amazon dalam menumbuhkan minat dan kesiapan talenta perempuan sejak usia dini, seiring semakin pesatnya transformasi digital berbasis AI.
Sesi Inspiratif dan Workshop Keterampilan Teknologi
Program ini mencakup sesi inspiratif dari para woman tech leader terkemuka seperti Riris Marpaung (CEO & Founder GameChanger Studio, Co-Founder Indonesia Women in Game), dan Cecilia Astrid Maharani (VP Data & AI di Mekari). Selain itu, ada lokakarya dalam AI, gaming, robotika, dan coding untuk membangun minat terhadap berbagai keterampilan penting bagi perempuan di masa depan.
Pengakuan dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia
Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, mengapresiasi kolaborasi antara Amazon dan PJI dalam menyiapkan talenta digital perempuan sejak dini. Ia menekankan pentingnya pengembangan talenta digital, terutama perempuan muda, sebagai bagian dari target pemerintah untuk membangun 9 juta talenta digital pada tahun 2030.
Transformasi Digital dan Tantangan yang Dihadapi
Kehadiran program ini semakin relevan di tengah pesatnya transformasi dunia kerja akibat perkembangan kecerdasan buatan. Berdasarkan laporan terbaru AWS dan Strand Partners, lebih dari 18 juta pelaku usaha di Indonesia (28%) telah mengadopsi AI, dengan tingkat pertumbuhan tahunan mencapai 47% pada tahun 2025. Namun, 57% bisnis di Indonesia masih menghadapi tantangan kesenjangan keterampilan digital.
Komitmen Amazon dalam Pembinaan Talent Generasi Masa Depan
Indonesia Regional Manager of Data Center Operations Amazon Web Services (AWS), Winu Adiarto, menjelaskan bahwa Amazon senantiasa berkomitmen untuk membantu membimbing dan melatih talenta generasi masa depan. Program tahun ini diperluas untuk meliputi AI dan teknologi serupa lainnya, sembari memperluas cakupan ke siswi SD.
Pendekatan Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Kemampuan
Para peserta telah mengikuti rangkaian workshop yang sesuai dengan usia, mulai dari perkenalan AI dan coding dasar hingga pengembangan game dan robotik untuk pemula. Pendekatan berbasis proyek ini mendorong para siswi untuk memahami konsep teknologi, sekaligus mengembangkan cara berpikir yang lebih luas dan menyelesaikan masalah dengan kreativitas dan kerja sama kolaboratif.
Pentingnya Intervensi Sejak Usia Sekolah Dasar
Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menekankan pentingnya intervensi sejak usia sekolah dasar untuk menjawab kesenjangan gender di sektor teknologi. Ia berharap pendekatan komprehensif ini dapat menumbuhkan minat, kepercayaan diri, dan aspirasi jangka panjang anak perempuan untuk berkarier di dunia teknologi.
Perspektif dari Para Tokoh Teknologi
Cecilia Astrid Maharani, VP Data & AI di Mekari, menekankan bahwa saat ini kurang dari 5% perempuan menjadikan teknologi sebagai pilihan karier utama mereka. Ia menegaskan bahwa tidak ada batasan bagi perempuan untuk terlibat di dunia teknologi karena keberagaman perspektif sangat penting untuk inovasi yang bermakna.
Riris Marpaung, CEO dan Founder GameChanger Studio sekaligus Co-Founder Indonesia Women in Game, menambahkan bahwa dunia gaming kini tidak hanya dipandang sebagai hiburan tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan berbagai keterampilan pribadi seperti komunikasi, empati, dan kepemimpinan.
Apresiasi dari Sekolah dan Kepala Sekolah
Abdullah Mukhlis, Kepala Sekolah PKBM Baitul Hasanah Cikarang, turut mengapresiasi penyelenggaraan program ini. Ia menyatakan bahwa Girls’ Tech Day memberikan pengalaman belajar yang sangat bermakna dan kaya bagi anak-anak, terutama dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan bekerja dalam tim.
Melalui kolaborasi berkelanjutan antara industri dan dunia pendidikan, AWS dan Prestasi Junior Indonesia berkomitmen untuk terus menciptakan jalur inklusif agar semakin banyak anak perempuan berani bermimpi, belajar, dan berkarya di bidang teknologi.
Secara global, Amazon menargetkan dapat menjangkau lebih dari satu juta anak perempuan dan perempuan muda hingga tahun 2030.





