Struktur dan Kompetensi dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA)
Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat terdiri dari berbagai mata pelajaran yang wajib dan pilihan. Salah satu mata pelajaran pilihan yang sering diujikan adalah Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut. Seperti TKA Bahasa Indonesia wajib, TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut juga mengukur keterampilan membaca. Keterampilan ini mencakup beberapa aspek penting, seperti:
- Mengidentifikasi informasi tersurat dalam teks
- Menyusun ulang, mengelompokkan, membuat ikhtisar, dan menyajikan kembali informasi tersurat dalam teks
- Mengidentifikasi dan menyimpulkan informasi tersirat dalam teks
- Menilai gagasan, fakta, atau opini dalam teks
- Menanggapi isi teks, mengidentifikasi diri dengan tokoh atau kejadian, serta menanggapi bahasa penulis dalam teks
Dengan demikian, TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut tidak hanya menguji pemahaman siswa terhadap teks, tetapi juga kemampuan mereka untuk menganalisis dan mengevaluasi informasi secara kritis.
Contoh Soal TKA: Evaluasi dan Apresiasi Teks
Berikut ini contoh soal TKA jenjang SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat pada mata pelajaran wajib Bahasa Indonesia, Kompetensi Evaluasi dan Apresiasi. Sub Kompetensi yang diuji adalah menilai gagasan dan pandangan dalam berbagai teks (digital atau cetak) berdasarkan kaidah logika berpikir.
Contoh Soal Latihan TKA SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut
PROPOSAL KEGIATAN
Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Meningkatkan Daya Saing UKM Pangan Lokal
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), khususnya di sektor pangan lokal. Namun, banyak UKM yang belum mampu memanfaatkan teknologi secara optimal karena keterbatasan akses informasi, pelatihan, dan pendanaan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Barat pada 2023, hanya 35 persen UKM pangan yang aktif menggunakan platform digital untuk pemasaran.
Seiring dengan meningkatnya penggunaan internet dan perangkat digital, konsumen semakin bergeser ke transaksi daring sekitar 60 persen lebih. Fenomena ini menjadi peluang besar yang belum dimaksimalkan oleh UKM pangan lokal. Misalnya, banyak produk makanan olahan khas daerah memiliki potensi pasar nasional dan bahkan internasional, tetapi belum memiliki strategi pemasaran digital yang memadai. Di sisi lain, persaingan dengan produk pangan dari industri besar dan waralaba semakin ketat, sehingga inovasi digital menjadi kebutuhan mendesak.
Oleh karena itu, kami mengajukan program pelatihan bertema “Digitalisasi UKM Pangan Lokal” yang bertujuan untuk meningkatkan literasi digital, pemahaman e-commerce, serta keterampilan penggunaan dompet digital dan media sosial sebagai sarana promosi. Program ini dirancang untuk menjangkau 50 persen pelaku UKM di tiga kabupaten, dengan metode blended learning (daring dan luring), serta pendampingan usaha selama 3 bulan.
Program ini penting karena teknologi digital tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga menekan biaya distribusi, meningkatkan efisiensi, dan mempercepat proses transaksi. Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai transaksi e-commerce Indonesia pada 2022 mencapai Rp476 triliun, yang 60 persen didominasi oleh produk konsumsi rumah tangga, termasuk pangan. Data tersebut menunjukkan adanya kebutuhan akan peningkatan kapasitas pelaku UKM dalam mengakses ekosistem digital.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pelaku UKM pangan lokal dapat bersaing secara sehat di pasar digital yang terus berkembang. Usulan program ini akan disampaikan kepada Kementerian Koperasi dan UKM dengan anggaran sebesar Rp450 juta, yang mencakup biaya pelatihan, honor narasumber, pembuatan modul, serta pengembangan platform daring lokal. Program ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s), khususnya poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta poin 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur.
Pertanyaan Evaluasi dan Penilaian Logika
Berdasarkan teks di atas, manakah argumen yang logis dari pernyataan-pernyataan berikut? Tentukan apakah setiap argumen logis atau tidak logis!
- A. Program pelatihan penting karena teknologi digital pasti memperluas jejaring
- B. Program pelatihan penting karena teknologi digital pasti memperluas jejaring
- C. Usulan program didasarkan pada data survei dan kebutuhan nyata di lapangan
Kunci Jawaban:
* A. Program pelatihan penting karena teknologi digital pasti memperluas jejaring (Tidak Logis)
B. Program pelatihan penting karena teknologi digital pasti memperluas jejaring (Logis)
C. Usulan program didasarkan pada data survei dan kebutuhan nyata di lapangan (Logis)





