Ketersediaan Minyak Goreng di Kota Semarang Masih Aman
Ketersediaan minyak goreng Minyakita di Kota Semarang saat ini tergolong aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 21 hari ke depan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Kota Semarang, Endang Sarwiningsih.
Namun, meskipun stoknya cukup, harga minyak goreng dengan merek dagang tersebut masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET). Menurut Endang, HET untuk minyak goreng Minyakita adalah sebesar Rp15.700 per liter. Namun, saat ini harga yang ditawarkan di pasar mencapai kisaran Rp16.329 per liter, sehingga selisihnya sekitar Rp600 rupiah.
Endang menambahkan bahwa Dishanpan telah melakukan operasi pasar di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Johar dan Pasar Karangayu, bekerja sama dengan Bulog. Tujuan dari operasi ini adalah untuk menjaga ketersediaan dan menekan harga bahan pangan, termasuk minyak goreng.
Dia menyebut, dibandingkan komoditas pangan lainnya, Minyakita menjadi satu-satunya bahan pokok yang masih tercatat dijual di atas HET. Sementara sebagian besar komoditas lainnya berada di bawah harga eceran tertinggi.
Perkembangan Harga Cabai dan Komoditas Lainnya
Sementara itu, harga cabai mengalami fluktuasi. Pada awal Desember, harga cabai sempat melonjak, namun kini telah mengalami penurunan. Harga cabai keriting saat ini berada di kisaran rata-rata Rp38.900 per kilogram, yang lebih rendah dari HET sebesar Rp55.000 per kilogram. Sedangkan cabai rawit merah tercatat di kisaran Rp44.600 per kilogram, lebih rendah dari HET sebesar Rp57.000 per kilogram.
Endang menjelaskan bahwa pada waktu menjelang Natal, harga cabai pernah mendekati HET-nya, yaitu sekitar Rp55.000 per kilogram. Namun, saat ini harga telah turun.
Untuk menekan harga cabai di tingkat konsumen, Dishanpan telah melakukan intervensi melalui operasi pasar dan penambahan pasokan dari luar daerah. Salah satunya adalah mendatangkan cabai dari Temanggung dan mendistribusikannya ke pasar tradisional, terutama di Pasar Karangayu dan Rasamala.
Ketersediaan Bahan Pokok Lainnya
Selain cabai, ketersediaan bahan pangan lainnya juga tergolong aman. Stok beras premium dan medium cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar delapan hari ke depan. Jagung tercatat aman hingga 25 hari, sedangkan bawang merah dan bawang putih tersedia sekitar 22 hingga 25 hari.
Untuk komoditas protein hewani, ketersediaan daging sapi diperkirakan aman selama 11 hari, ayam ras selama 10 hari, dan telur sekitar delapan hari. Adapun stok gula pasir diperkirakan cukup untuk 19 hari, sedangkan kedelai tersedia hingga sekitar 25 hari ke depan.
Operasi Pasar dan Upaya Penekanan Harga
Dishanpan Kota Semarang terus berupaya untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan. Melalui operasi pasar dan kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Bulog, mereka berupaya memastikan bahwa masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan secara wajar.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan harga bahan pangan tidak terlalu memberatkan masyarakat, terutama di tengah situasi yang masih memerlukan pengawasan ketat.





