Indonesia Data and Economic (IDE) Infomalangraya.netFuture Forum 2026
Indonesia Data and Economic (IDE) Infomalangraya.netFuture Forum 2026 akan digelar pada 15 April 2026 di The Ballroom, Djakarta Theater. Dengan tema “Adapting to What Comes Next”, forum ini menjadi ajang strategis yang mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk membahas arah kebijakan, ekonomi, dan inovasi berbasis data di Indonesia.
Forum ini juga menjadi ruang diskusi untuk memahami tantangan dan peluang di masa depan serta merancang langkah strategis menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu pembicara utama dalam acara ini adalah Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, yang akan berbicara tentang “Governing Indonesia’s AI Future.”
Profil Meutya Hafid
Meutya Hafid, atau dikenal sebagai Meutya Viada Hafid, lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 3 Mei 1978. Meskipun lahir di “Kota Kembang”, ia menghabiskan masa kecil hingga remaja di Jakarta. Pendidikan dasarnya dilakukan di SD Menteng 02, kemudian melanjutkan pendidikan menengah di SMPN 1 Jakarta dan SMAN 8 Jakarta.
Meutya melanjutkan studinya di bidang Manufacturing Engineering di Universitas New South Wales Sydney dari tahun 1996 hingga 2000. Setelah itu, ia melanjutkan studi Ilmu Politik di Universitas Indonesia.
Karier Meutya dimulai di bidang jurnalistik sebagai reporter Metro TV. Pengalaman paling fenomenalnya terjadi pada 2005 ketika ia dan juru kameranya disandera oleh kelompok milisi bersenjata di Irak selama tujuh hari. Pengalaman tersebut memberinya wawasan mendalam tentang politik dan isu-isu global.
Setelah kejadian tersebut, Meutya menerbitkan buku berjudul “168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak” pada 2007. Di tahun yang sama, ia dinobatkan sebagai pemenang Penghargaan Jurnalistik Elizabeth O’Neill dari pemerintah Australia.
Karier Politik Meutya Hafid
Meutya Hafid bergabung dengan Partai Golkar pada 2009 dan maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari daerah pemilihan Sumatera Utara I. Ia terpilih sebagai Anggota DPR RI untuk pertama kalinya pada periode 2009–2014. Kemudian, ia kembali terpilih menjadi anggota DPR RI untuk dua periode berikutnya, yaitu 2014–2019 dan 2019–2024.
Ia duduk di Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi, informatika, dan intelijen. Di partai, Meutya pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Partai Golkar pada 2016–2019. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Strategi Opini dan Propaganda di organisasi sayap Partai Golkar, MKGR pada 2015–2020.
Meutya juga menjabat Ketua Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia dan Kebijakan Publik di Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) pada 2016–2021. Perempuan ini kini menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Digital Kabinet Merah Putih dan memiliki peran penting dalam mendorong keterwakilan perempuan di parlemen serta memperjuangkan isu-isu gender.
Perjalanan Karier Meutya Hafid
- Jurnalis MetroTV: 2001 – 2008
- Anggota Komisi I DPR: 2010 – 2014 dan 2014 – 2019
- Wakil Ketua Komisi I DPR: 2016 – 2019
- Ketua Komisi I DPR: 2019 – 2024
- Anggota DPR: 2024 – 2029 (belum ada penempatan komisi)
- Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Golkar: 2016 – 2019
- Ketua Bidang Hukum, HAM dan Kebijakan Publik Kesatuan Perempuan Partai Golkar: 2016 – 2021
- Ketua Bidang Strategi Opini dan Propaganda Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong: 2015 – 2020
Harta Kekayaan Meutya Viada Hafid
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 22 Juli 2024, Meutya memiliki total harta kekayaan mencapai Rp 18,7 miliar. Harta tersebut terdiri dari enam bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Timur dan Sleman, serta sebidang tanah di Jakarta Selatan hasil hibah tanpa akta senilai total Rp 20,4 miliar.
Selain itu, Meutya memiliki dua unit mobil, yaitu Toyota Innova tahun 2017 senilai Rp 150 juta dan Hyundai Palisade tahun 2021 senilai Rp 450 juta. Ia juga memiliki satu unit motor Toyota Yamaha tahun 2017 senilai Rp 25 juta. Harta bergerak lainnya mencapai Rp 198 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp 6 miliar. Akan tetapi, Meutya tercatat memiliki utang sebesar Rp 8,6 miliar.





