Klarifikasi Dinas Pendidikan Tuban Terkait Video Viral Perundungan Siswa SMP
Video yang viral di media sosial dan menunjukkan dugaan perundungan siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, telah memicu perhatian publik. Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban akhirnya memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut.
Dalam video berdurasi 17 detik, terlihat seorang siswa mengenakan seragam pramuka dan peci menendang bagian tubuh hingga kepala seorang siswa lain. Video ini kemudian menyebar di media sosial dan menjadi sorotan masyarakat. Menurut Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, peristiwa tersebut dilakukan oleh dua siswa kelas IX berinisial MA dan MY terhadap siswa kelas VII berinisial DE.
“Unit PPA Satreskrim Polres Tuban telah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Kami juga langsung ke rumah korban dan berkoordinasi dengan kepala desa serta kepala sekolah,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Tujuan Konten Tidak Jelas
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Irma Putri Kartika, menjelaskan bahwa video yang beredar merupakan konten yang dibuat oleh siswa. Menurutnya, para siswa ingin membuat konten bertema stop bullying, tetapi karena kurang profesional, pesan yang ingin disampaikan tidak terlihat jelas.
“Memang mereka ingin membuat konten stop bullying. Template-nya ambil stop bullying, tapi karena belum profesional maka tulisan tidak disertakan. Sudah kami berikan pembinaan ke anak-anak agar lebih berhati-hati dalam bermedia sosial ke depannya,” ujar Irma.
Kejadian Perundungan di Tempat Lain
Meski demikian, Irma tak memungkiri jika sebelumnya memang terdapat dua kejadian perundungan yang telah diketahui oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Tuban, melalui Dinas Pendidikan telah berkomunikasi dengan sekolah, orang tua, dan siswa terkait.
“Kasus tersebut sudah kami tangani hari ini. Tim Dinas Pendidikan bergerak cepat ke lokasi, bertemu dengan pihak sekolah, orang tua, dan siswa terkait,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah memberikan solusi agar korban tetap mau bersekolah. Selain itu, pembinaan juga telah dilakukan bagi pihak pelaku, sekolah, dan wali murid.
“Pembinaan dilakukan terutama terhadap siswa pelaku, termasuk kepada pihak sekolah dan orang tua murid. Permasalahan tertangani dengan baik, namun kami tetap melakukan pemantauan,” lanjutnya.
Kondisi Korban Membaik
Menurut Irma, kondisi korban saat ini juga sudah membaik dan agar kejadian serupa tidak terulang, pihak sekolah diminta memastikan situasi kembali aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Selain itu, kedua belah pihak, baik orang tua maupun siswa, telah saling memaafkan.
“Kondisi korban sudah membaik. Kejadian ini tetap kami pantau agar tidak terulang, terutama melalui pihak sekolah untuk memastikan lingkungan sekolah aman dan nyaman kembali,” pungkasnya.
Langkah Preventif dan Edukasi
Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban akan terus melakukan edukasi dan pembinaan terhadap siswa, guru, dan orang tua. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung perkembangan positif siswa.
Beberapa langkah yang akan diambil antara lain:
- Pelatihan tentang pentingnya komunikasi yang sehat dan empati antar siswa.
- Penguatan pengawasan di lingkungan sekolah untuk memastikan tidak ada tindakan perundungan.
- Kerja sama dengan pihak keluarga untuk meningkatkan kesadaran akan dampak negatif perundungan.
Dengan langkah-langkah ini, Dinas Pendidikan berharap dapat memberikan perlindungan maksimal bagi siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan saling menghargai.





