Sejarah Warung Sop Buntut Cut Meutia yang Berdiri Sejak Tahun 1970
Di tengah keramaian kawasan Jakarta Pusat, sebuah warung makan sederhana telah menjadi ikon bagi penggemar sop buntut sejak tahun 1970. Nama warung tersebut adalah Sop Buntut Cut Meutia, yang awalnya hanya menjual sop buntut rebus. Namun, seiring berjalannya waktu, warung ini berkembang menjadi salah satu tempat makan legendaris di ibu kota.
Penggunaan Daging yang Besar dalam Setiap Harinya
Pemilik Sop Buntut Cut Meutia generasi kedua, Ningsih, mengatakan bahwa warung ini mampu menghabiskan hampir 100 kilogram daging sapi setiap harinya. Rincian penggunaan daging antara lain:
- Untuk daging iga, digunakan sebanyak 10 kilogram.
- Iga kecil digunakan sebanyak 5 kilogram.
- Daging buntut super digunakan sebanyak 40 kilogram.
- Untuk menu sop buntut rebus biasa, digunakan sebanyak 32 kilogram buntut sapi.
Dengan total penggunaan daging sekitar 87 kilogram per hari, Ningsih menyebutkan bahwa jumlah daging bisa berfluktuasi tergantung permintaan pelanggan.
Proses Memasak yang Rumit dan Konsisten
Sebelum berjualan, puluhan kilogram daging sapi dipersiapkan sejak malam hari. Setelah dipotong-potong, daging direbus selama satu jam. Proses memasak dilanjutkan pada pagi hari saat warung mulai beroperasi.
“Besok (saat jualan), kita tambahkan sayuran, lalu masak lagi dan gunakan kuah panas,” jelas Ningsih. Hal ini membuat tekstur daging tetap empuk meskipun warnanya kemerahan dan sering kali disangka kurang matang.
Menu yang Beragam dan Harga yang Terjangkau
Awalnya, Sop Buntut Cut Meutia hanya menjual sop buntut rebus. Namun, seiring perkembangan bisnis, kini warung ini menawarkan berbagai olahan buntut seperti:
- Sop Buntut Super
- Sop Buntut Goreng
- Sop Buntut Bakar
- Sop Iga Rebus
- Sop Iga Goreng
- Sop Iga Bakar
- Sate Ayam
- Sate Kambing
Harga untuk satu porsi makanan berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 65.000, belum termasuk nasi dan minuman.
Tempat Favorit Para Pejabat
Sop Buntut Cut Meutia juga menjadi langganan para pejabat ternama. Beberapa di antaranya adalah almarhum Tjahjo Kumol, mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Hayono Isman, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era pemerintahan Soeharto.
Terbaru, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa juga mengaku telah berlangganan Sop Buntut Cut Meutia sejak lama. Lewat akun Instagram resminya @menkeuri, ia membagikan kesan bersantap di warung tersebut.
“Saya udah langganan, sering makan disini sejak saya muda, saya kalo pacaran disini, makan sama mantan pacar saya, yang sekarang jadi istri saya hehehe. Rasanya enak, top, recomended banget,” tulis keterangan unggahan video Instagram tersebut.
Asal Usul Nama Warung
Nama Sop Buntut Cut Meutia tercetus secara tidak sengaja ketika salah satu pejabat menyebut nama jalan di kawasan Menteng sebagai nama warung milik ibunya. Awalnya, warung ini dinamai Sop Buntut Semoga, yang diambil dari nama sang ibu “Semoga.” Nama ini diharapkan menjadi doa agar makanannya enak dan pelanggan kembali.
Lokasi dan Jadwal Operasional
Kini, Sop Buntut Cut Meutia tidak hanya berlokasi di Jalan Menteng Kecil Nomor 4-5, Jakarta Pusat, tetapi juga memiliki dua cabang lainnya, yaitu di Tomang, Jakarta Barat, dan MYND Space X Kopi Gawe di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Bagi pelanggan yang ingin bersantap di rumah atau take away, bisa membeli di cabang Tambora, Duren Sawit, maupun Aren Jaya Bekasi.
Warung Sop Buntut Cut Meutia Pusat buka setiap Senin-Jumat pukul 10.00-20.00 WIB, serta Sabtu-Minggu pukul 10.00-16.00 WIB.





