Peristiwa Penganiayaan yang Viral di BTN Tinggede Permai
Sebuah kejadian penganiayaan yang melibatkan seorang mantan polwan viral di media sosial. Kejadian ini menimpa seorang warga di lingkungan BTN Tinggede Permai, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Korban mengalami luka memar akibat tindakan yang dilakukan oleh Yuni Utami.
Detail Peristiwa
Peristiwa dugaan penganiayaan terjadi pada hari Senin (18/5/2026). Dalam rekaman video yang beredar luas, Yuni Utami terlihat mengendarai sepeda motor sambil membawa balok kayu. Ia kemudian mendekati kendaraan korban dan memukul bagian kendaraan tersebut menggunakan kayu.
Korban yang panik mencoba masuk kembali ke rumah dan mengunci pagar. Namun, Yuni kembali mendatangi rumah korban dengan membawa balok kayu, sehingga situasi semakin tegang. Selain memukul kendaraan, Yuni juga beberapa kali mengayunkan kayu ke arah korban hingga membuat suasana memanas.
Suami korban mencoba menenangkan Yuni agar tidak kembali menyerang. Akhirnya, keributan tersebut dilerai oleh warga sekitar.
Penanganan Kasus
Akibat peristiwa ini, korban melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Sigi. Kasi Humas Polres Sigi, Iptu Nuim Hayat, membenarkan adanya laporan yang diterima pihak kepolisian. “Saat ini proses penyelidikan sedang dilakukan. Personel kepolisian juga telah melakukan olah TKP awal guna mengumpulkan fakta-fakta terkait peristiwa tersebut,” ujarnya.
Ia menegaskan penanganan kasus akan dilakukan secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Status Yuni Utami
Meski laporan telah diterima polisi, Yuni hingga kini disebut belum ditahan. Kondisi ini memicu keresahan keluarga korban dan warga sekitar. Pasalnya, Yuni diketahui masih aktif melakukan siaran langsung di TikTok selama dua hari terakhir sambil memperlihatkan luka memar di wajahnya.
Dalam siaran langsung tersebut, Yuni mengaku dirinya menjadi korban pengeroyokan. Pernyataan itu justru memicu kemarahan warga sekitar yang menilai Yuni kerap menempatkan diri sebagai korban untuk mencari simpati publik di media sosial.
Warga BTN Tinggede Permai mengaku sudah lama resah dengan perilaku Yuni yang disebut sering membuat kegaduhan di lingkungan tempat tinggalnya. “Kami merasa tidak tenang. Setiap hari ada saja keributan yang dibuat. Kalau dibiarkan terus tanpa tindakan serius, kami khawatir akan membahayakan warga atau dirinya sendiri,” ujar seorang warga.
Hingga kini, kasus dugaan penganiayaan tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
Profil Yuni Utami
Publik pun bertanya-tanya mengenai profil dan latar belakang dari sosok Yuni Utami. Yuni Utami merupakan lulusan Bintara Polwan angkatan 37 tahun 2008 dan ditempatkan di Polres Sigi. Pada tahun 2012 dia menjadi Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polsek Biromaru Polres Donggala.
Pada tahun 2014, ia mengaku diberhentikan dari institusi Polri. Di media sosial, Yuni cukup aktif membuat konten TikTok dan kerap menceritakan kisah hidupnya. Ia juga menceritakan soal pemecatannya dari Polri hingga hubungannya dengan keluarga.
Dalam sejumlah unggahan, Yuni sempat mengklaim dirinya dipecat karena memergoki senior mengubah status tersangka dalam sebuah kasus. Namun, pernyataan itu dibantah pihak Polda Sulawesi Tengah. Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto menjelaskan, Yuni diberhentikan tidak dengan hormat karena tidak menjalankan tugas dan mangkir dari pekerjaan dalam waktu lama.
Menurut penjelasan kepolisian, Yuni sempat terlibat perbedaan pendapat dengan rekannya terkait penanganan kasus dugaan pemerkosaan. Setelah dimutasi ke Satlantas Polres Donggala, ia disebut tidak menerima keputusan tersebut dan memilih tidak masuk kerja hingga akhirnya dipecat pada 2014.
Selain itu, Yuni mengaku dibuang oleh orang tua dan keluarganya. Diceritakan Yuni dalam TikTok-nya, ia tak lagi diakui anak oleh orang tuanya karena pindah agama. Wanita berusia 35 tahun itu merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara.
Saat ini, ibunda Yuni yang tinggal di Sulawesi Tengah telah berusia 74 tahun. Yuni juga diketahui pernah menjalani perawatan kejiwaan setelah mengalami berbagai persoalan hidup, termasuk kecelakaan yang membuat kondisi mentalnya terguncang.
Sebelumnya, Yuni juga sempat diamankan Dinas Sosial Sukoharjo karena dianggap membuat keresahan di lingkungan tempat tinggalnya selama menjalani pengobatan di wilayah Kartasura, Jawa Tengah.
Hingga kini, video dugaan penganiayaan yang dilakukan Yuni terhadap tetangganya masih ramai diperbincangkan warganet di media sosial.



