Kembali Viral, Eks Polwan Yuni Utami Diduga Lakukan Penganiayaan
Sebuah peristiwa yang menimpa eks anggota polisi wanita (polwan) Yuni Utami kembali menjadi sorotan publik. Video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa Yuni diduga melakukan penganiayaan terhadap tetangganya di BTN Tinggede Permai, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Peristiwa ini memicu reaksi dari warga sekitar dan pihak kepolisian.
Peristiwa Penganiayaan yang Viral
Dalam video yang beredar, Yuni terlihat membawa balok kayu dan memukul kendaraan korban. Ia kemudian mengayunkan kayu ke arah korban hingga menyebabkan luka memar. Korban diketahui adalah seorang perempuan yang sedang hendak keluar rumah saat kejadian terjadi.
Situasi semakin memanas ketika Yuni beberapa kali mengayunkan kayu ke arah korban. Warga sekitar langsung berdatangan untuk melerai keributan. Suami korban juga mencoba menenangkan Yuni dan menahannya agar tidak kembali melakukan penyerangan. Akhirnya, keributan berhasil dihentikan setelah warga sekitar turun tangan.
Akibat insiden tersebut, korban dilaporkan mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh. Kasus dugaan penganiayaan itu kemudian dilaporkan ke Polres Sigi untuk diproses lebih lanjut.
Tanggapan dari Warga dan Pihak Kepolisian
Di tengah viralnya video tersebut, sejumlah warga sekitar ikut angkat bicara mengenai sosok Yuni Utami. Beberapa warga mengaku pelaku kerap membuat keresahan di lingkungan tempat tinggalnya. Mereka merasa tidak tenang karena setiap hari ada saja keributan yang dibuat oleh Yuni.
Kasi Humas Polres Sigi, Iptu Nuim Hayat, membenarkan adanya laporan yang diterima pihak kepolisian. “Saat ini proses penyelidikan sedang dilakukan. Personel kepolisian juga telah melakukan olah TKP awal guna mengumpulkan fakta-fakta terkait peristiwa tersebut,” ujarnya.
Ia menegaskan penanganan kasus akan dilakukan secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku. Meski laporan telah diterima polisi, Yuni hingga kini disebut belum ditahan. Kondisi ini memicu keresahan keluarga korban dan warga sekitar.
Kontroversi di Media Sosial
Yuni diketahui masih aktif melakukan siaran langsung di TikTok selama dua hari terakhir sambil memperlihatkan luka memar di wajahnya. Dalam siaran langsung tersebut, Yuni mengaku dirinya menjadi korban pengeroyokan. Pernyataan itu justru memicu kemarahan warga sekitar yang menilai Yuni kerap menempatkan diri sebagai korban untuk mencari simpati publik di media sosial.
Warga BTN Tinggede Permai mengaku sudah lama resah dengan perilaku Yuni yang disebut sering membuat kegaduhan di lingkungan tempat tinggalnya. Mereka khawatir jika dibiarkan terus tanpa tindakan serius, akan membahayakan warga atau dirinya sendiri.
Latar Belakang Yuni Utami
Sebelumnya, Yuni juga sempat bikin ulah karena kerap membuat keributan di sejumlah tempat. Yuni diketahui merupakan mantan anggota Polri yang pernah bertugas di Polres Sigi pada 2008. Ia mengaku diberhentikan dari institusi Polri pada 2014.
Di media sosial, Yuni cukup aktif membuat konten TikTok dan kerap menceritakan kisah hidupnya. Ia juga menceritakan soal pemecatannya dari Polri hingga hubungannya dengan keluarga. Dalam sejumlah unggahan, Yuni sempat mengklaim dirinya dipecat karena memergoki senior mengubah status tersangka dalam sebuah kasus. Namun, pernyataan itu dibantah pihak Polda Sulawesi Tengah.
Menurut penjelasan kepolisian, Yuni diberhentikan tidak dengan hormat karena tidak menjalankan tugas dan mangkir dari pekerjaan dalam waktu lama. Setelah dimutasi ke Satlantas Polres Donggala, ia disebut tidak menerima keputusan tersebut dan memilih tidak masuk kerja hingga akhirnya dipecat pada 2014.
Selain itu, Yuni mengaku dibuang oleh orang tua dan keluarganya. Diceritakan Yuni dalam TikTok-nya, ia tak lagi diakui anak oleh orang tuanya karena pindah agama. Wanita berusia 35 tahun itu merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara. Saat ini, ibunda Yuni yang tinggal di Sulawesi Tengah telah berusia 74 tahun.
Yuni juga diketahui pernah menjalani perawatan kejiwaan setelah mengalami berbagai persoalan hidup, termasuk kecelakaan yang membuat kondisi mentalnya terguncang. Sebelumnya, Yuni juga sempat diamankan Dinas Sosial Sukoharjo karena dianggap membuat keresahan di lingkungan tempat tinggalnya selama menjalani pengobatan di wilayah Kartasura, Jawa Tengah.
Penutup
Hingga kini, video dugaan penganiayaan yang dilakukan Yuni terhadap tetangganya masih ramai diperbincangkan warganet di media sosial. Kasus ini menjadi perhatian masyarakat luas, terutama setelah Yuni kembali menjadi sorotan setelah peristiwa tersebut.




