Universitas Terbuka Surabaya Wisuda 1.532 Lulusan dengan Sistem Fleksibel
Universitas Terbuka (UT) Surabaya kembali menegaskan perannya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dengan mewisuda 1.532 lulusan pada Semester 2025/2026 Genap di Airlangga Convention Center (ACC), Minggu (19/4/2026). Prosesi wisuda ini menjadi bagian dari total 2.453 peserta yudisium di UT Surabaya, yang terdiri dari 2.476 lulusan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 2638 Tahun 2025 dan 98 lulusan berdasarkan SK Nomor 2121 Tahun 2025. Sebanyak 121 lulusan lainnya mengikuti prosesi wisuda di UT Pusat.
Para lulusan dinilai siap menghadapi dunia kerja berkat sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang fleksibel serta adaptif. Hal ini membuat mereka tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu beradaptasi, berkarya, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sebanyak 1.532 wisudawan hadir langsung dalam prosesi wisuda di Surabaya dengan didampingi 3.064 anggota keluarga, mencerminkan tingginya antusiasme dan dukungan terhadap pendidikan tinggi. UT juga menegaskan komitmennya terhadap pendidikan inklusif dengan tetap membuka akses bagi seluruh kalangan, termasuk mahasiswa disabilitas yang turut diwisuda pada kesempatan ini.
Keunggulan Lulusan UT dalam Adaptasi dan Kemandirian Belajar
Direktur UT Surabaya, Prof. Dr. Suparti, menegaskan bahwa lulusan UT memiliki keunggulan dalam hal adaptasi dan kemandirian belajar. Menurutnya, para lulusan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Melalui wisuda ini, kami memperkuat komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang fleksibel, inklusif, dan mampu mencetak generasi adaptif yang siap berkontribusi bagi kemajuan masyarakat dan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Universitas Terbuka, Dr. Kurnia Endah Riana, menekankan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar. Ia menyarankan agar para lulusan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar mampu bertahan dan bersaing di dunia kerja.
“Kami selalu terbuka untuk siapa pun yang ingin belajar dan mengembangkan diri melalui pendidikan tinggi di Universitas Terbuka,” imbuhnya.
Rencana Pengembangan Sekolah Vokasi UT
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sekolah Vokasi UT, Dr. Mohamad Yunus, mengungkapkan rencana pengembangan pendidikan vokasi yang lebih aplikatif. UT menargetkan pembukaan sekolah vokasi pada Mei 2027 dengan sejumlah program unggulan.
“Program awal yang akan dibuka antara lain Akuntansi Bisnis Digital, Teknologi Informasi, dan Manajemen Logistik. Pembelajaran vokasi akan didominasi praktik hingga 60–70 persen agar lulusan benar-benar siap kerja,” jelasnya.
Menurutnya, sistem vokasi UT juga akan mengombinasikan praktik lapangan, bimbingan terstruktur, serta praktikum daring untuk memastikan kompetensi lulusan sesuai kebutuhan industri.
Strategi Pembelajaran yang Inovatif
Pembelajaran vokasi di UT akan berfokus pada penerapan teori ke dalam praktik nyata. Dengan kombinasi metode pembelajaran yang beragam, lulusan UT diharapkan mampu menghadapi tantangan dunia kerja dengan kemampuan yang sudah teruji.
Selain itu, UT juga akan menyediakan fasilitas pendukung seperti laboratorium virtual dan pelatihan langsung di industri. Hal ini bertujuan untuk memperkuat keterampilan teknis dan soft skill para lulusan.
Komitmen UT dalam Menciptakan Generasi Siap Kerja
UT Surabaya terus berkomitmen untuk menciptakan generasi yang siap kerja melalui pendidikan yang fleksibel dan inovatif. Dengan sistem pembelajaran yang adaptif dan berbasis praktik, UT berupaya menjawab kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.
Prosesi wisuda UT Surabaya yang dihadiri ribuan peserta dan keluarga.
Lulusan UT yang tampak percaya diri setelah melewati proses pendidikan yang berbeda dari institusi tradisional.
Fasilitas pendukung seperti ruang kelas virtual dan laboratorium digital yang digunakan dalam pembelajaran vokasi.





